Tampilkan postingan dengan label Jurnalistik. Tampilkan semua postingan

Pro dan Kontra Berjualan di Areal Kampus

Kegiatan perkuliahan memang sangatlah melelahkan. Mahasiswa harus rela kuliah mulai pagi hingga malam hari. Di tengah kondisi tersebut, tak sedikit mahasiswa harus melupakan sarapan demi datang tepat waktu di kampus. Sedikit berlebihan memang, kegiatan perkuliahan yang begitu padat membuat mahasiswa sering didera penyakit maag karena telat makan. Tak jarang kondisi ini sering dimanfaatkan mahasiswa untuk dijadikan lahan bisnis yang menjanjikan, salah satunya adalah menjualkan jajanan di areal kampus seperti, donat, tahu goreng, bakpau, dan semacamnya.

Harga yang ditawarkan pun cukup terbilang murah. Cukup mulai Rp 2000, mahasiwa sudah dapat menikmati jajanan yang cukup untuk mengganjal perut. Selain terbilang murah, kemudahan dalam memperoleh jajanan juga menjadi alasannya. Jeda kuliah yang diterapkan kampus membuat sebagian mahasiswa mengambil jalan praktis membeli jajanan yang dijajakan oleh mahasiswa di areal kampus. Bahkan di dalam kelas sekalipun.

Di tengah kondisi yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa, penjualan jajanan di areal kampus juga memberikan dampak negatif bagi sebagian dosen. Sebagian dosen merasa terganggu dengan adanya mahasiswa yang makan saat perkuliahan berlangsung. Tak jarang, kondisi ini juga membuat dosen emosi dan tidak melaksanaakan perkuliahan. Walaupun tidak dapat disalahkan secara keseluruhan, hadirnya mahasiswa yang menjual jajanannya di areal kampus juga dapat dipersalahkan. Bisa saja, mahasiswa yang menjajakan jajanan dapat membuat mahasiswa lain terbiasa untuk melakukan kebiasaan buruk berupa makan saat perkuliahan berlangsung karena alasan tak sempat untuk sarapan. Padahal telah di atur dalam kontrak kuliah untuk tidak makan dan minum selama perkuliahan berlangsung.


Tidak ada salahnya mahasiswa berjualan di areal kampus. Bahkan, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk giat berwirausaha. Asalkan, mahasiswa yang menjalankan bisnis menjajakannya pada saat jeda perkuliahaan. Ini dilakukan agar meminimalisasi mahasiswa untuk makan saat perkuliahan berlangsung. Selain itu, dengan berlakunya aturan tersebut pelaksanaan perkuliahaan dapat berlangsung lancar tanpa adanya hal-hal yang mengganggu dosen untuk melaksanakan perkuliahan.

Selasa, 21 April 2015
Posted by Wira

Belajar Melakukan Wawancara

Setiap manusia telah dilahirkan sebagai makhluk sosial. Karena dilahirkan sebagai makhluk sosial, tentu saja manusia perlu saling berinteraksi dengan orang lain yang ada di sekitar lingkungannya, seperti di lingkungan rumah, kampus, sekolah, dll. Selama terjadinya interaksi, seseorang akan merasa membutuhkan bantuan orang lain dalam hal apapun.  Hal itu karena manusia dikenal selalu membutuhkan bantuan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satunya adalah wawancara.

Bentuk Kegiatan Wawancara
Wawancara merupakan kegiatan seseorang atau kelompok dalam mencari informasi kepada orang lain. Wawancara umumnya digunakan di dunia kerja yang memiliki sifat formal. Di dunia kerja, wawancara digunakan sebagai sarana untuk memperoleh calon pekerja yang memiliki kualitas baik. Selain itu, sebagian profesi, seperti jurnalistik sangat dibutuhkan sebagai cara dalam memperoleh data yang nantinya akan di olah menjadi informasi. Tidak lepas dari sifat formal, wawancara dalam jurnalistik memiliki aturan tersendiri dalam melakukannya.

Sebelum melakukan wawancara, tentukanlah tema dan topik yang digunakan sebagai tujuan melakukan wawancara. Ini dilakukan agar menfokuskan pembicaraan dan mendapatkan data yang dibutuhkan. Kemudian, buatlah daftar pertanyaan yang terdiri dari 5W+1H (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana) yang akan menjadi pedoman dalam memberikan pertanyaan kepada narasumber. Bila semua usaha sudah siap untuk melakukan wawancara, carilah narasumber yang sesuai dengan data yang akan dicari. Perlu diketahui bahwa dalam mencari narasumber harus memenuhi kriteria sebagai seseorang yang memahami suatu bidang tertentu ataupun seseorang yang berkaitan dengan terjadinya suatu peristiwa. Dalam mencari narasumber, Anda bisa melakukannya dengan terjun ke lapangan secara langsung ataupun melakukan janji dengan narasumber untuk melakukan wawancara. Jangan lupa ketika bertemu dengan narasumber (baik secara langsung ataupun tidak langsung) perkenalkan diri dan beritahu maksud dari melakukan wawancara.
Jumat, 25 April 2014
Posted by Wira

Menulis itu Malas

Menulis adalah sebuah kegiatan yang sering kita lakukan dimanapun dan kapanpun, baik itu disekolah pada pagi hari atau dirumah pada malam hari untuk menulis buku diari. Menulis dapat membuat kita mencurahkan semua emosi yang ada dalam benak kita entah kita sedang susah maupun senang. Selain, itu menulis juga dapat dijadikan sebagai media untuk mengasah kreativitas dan kepandaian dalam merangkai kata. Dari menulis itu sendiri kita akan terbiasa menuliskan sesuatu mulai dari hal kecil yang sepele seperti buku harian hingga yang besar seperti novel. Terkadang orang dalam menulis memiliki kendala malas yang dapat menyebabkan seseorang kesusahan dalam mencari ide dalam menuliskan sesuatu. Padahal menulis itu sendiri sangat penting. Tapi bagaimana caranya dalam menyiasati hal itu ?

Ilustrasi
Langkah pertama adalah memiliki niat dalam hati untuk menulis. Niat sangat penting sekali dalam menulis karena ini yang menjadi penentu kelanjutan seseorang dalam menulis, bisa sering untuk menulis atau mungkin lebih buruk dari itu. Langkah kedua adalah dengan mengetahui karakter diri Anda dalam memperoleh mood booster agar merasa nyaman dalam menulis. Meskipun Anda terkadang mendapat gangguan, seperti malas, ribut, ataupun tidak ada ide, hal itu semua akan sedikit berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali bila Anda memperoleh kenyamanan dalam menulis. Contoh dalam memperoleh kenyamanan menulis seperti menulis cerita dengan menggunakan media laptop ataupun menggunakan buku catatan. Langkah ketiga cobalah untuk meluangkan waktu sedikit untuk menulis. Kebanyakan orang merasa malas dalam menulis karena dirinya merasa kehabisan waktu selama sehari untuk bisa meluangkan  waktunya dalam menulis. Bila hal ini terjadi, Anda bisa menyiasatinya dengan memiliki sebuah buku kecil (buku saku). Buku kecil ini dapat membantu Anda dengan menuliskan sebuah konsep (draft) tulisan yang sekiranya menarik untuk ditulis ulang dalam bentuk artikel. Ketika ada benar-benar memiliki waktu luang, buku kecil ini akan secara tidak langsung memotivasi diri Anda untuk mengolah konsep tulisan yang pernah Anda buat menjadi sebuah artikel.

Senin, 21 April 2014
Posted by Wira

Popular Post

Instagram
Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Bolpen Bolpenan -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -