Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Uang Elektronik Serbabisa

Pesatnya perkembangan dunia teknologi membuat semua pola hidup masyarakat berubah, begitu pula yang terjadi dengan hadirnya uang elektronik atau e-money. Hadirnya e-money ternyata disambut baik oleh masyarakat. Namun, tak sedikit juga orang masih menggunakan uang konvensional pada umumnya. Nah, apa sih sebenarnya e-money ?

Menurut Bank Indonesia, e-money merupakan segala jenis uang tersimpan di sebuah sistem seperti server atau chip. Pada dasarnya, e-money merupakan uang konvensional yang bentuknya berupa elektronik. Karena sifatnya elektronik, e-money lebih praktis dan mudah digunakan. Pengisian saldonya pun cukup mudah, bisa melalui ATM ataupun minimarket. Sayangnya, e-money juga memiliki kekurangan tersendiri, seperti keamanan e-money yang pada dasarnya tidak menggunakan PIN seperti kartu ATM. Adanya kekurangan dan kelebihan ini, juga dirasakan oleh Sobat Bolpen, Anta Rizky dan Anis Khairunnisa, saat menggunakan e-money.

Anta (20) mengungkapkan, penggunaan e-money memudahkan dirinya dalam bertransaksi karena tak perlu membawa uang banyak. "Kadang kalau untuk transaksi dengan nominal cukup besar kan repot. Kalau bawa e-money kan jadi lebih praktis," ungkapnya.

Lain halnya dengan Anis (20), dirinya justru kurang setuju dengan penggunaa e-money. Pasalnya, e-money sendiri kurang aman dalam penyimpanan uang dan penerapannya di Indonesia masih  belum merata. "E-money sendiri kan beda banget sama kartu ATM karena tidak memiliki nomor PIN dan rawan digunakan oleh orang tak bertanggung jawab. Selain itu, di Indonesia sendiri baru sebagian saja yang menerapkan e-money dan lebih baik menggunakan uang konvensional saja," ungkapnya.

Nah, itu dia Sobat Bolpen tentang e-money yang sebagian besar sudah mulai digunakan oleh sebagian besar sudah mulai digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk kawula muda. Sudah siap untuk beralih ke e-money ?
Jumat, 18 September 2015
Posted by Wira

Pro dan Kontra Berjualan di Areal Kampus

Kegiatan perkuliahan memang sangatlah melelahkan. Mahasiswa harus rela kuliah mulai pagi hingga malam hari. Di tengah kondisi tersebut, tak sedikit mahasiswa harus melupakan sarapan demi datang tepat waktu di kampus. Sedikit berlebihan memang, kegiatan perkuliahan yang begitu padat membuat mahasiswa sering didera penyakit maag karena telat makan. Tak jarang kondisi ini sering dimanfaatkan mahasiswa untuk dijadikan lahan bisnis yang menjanjikan, salah satunya adalah menjualkan jajanan di areal kampus seperti, donat, tahu goreng, bakpau, dan semacamnya.

Harga yang ditawarkan pun cukup terbilang murah. Cukup mulai Rp 2000, mahasiwa sudah dapat menikmati jajanan yang cukup untuk mengganjal perut. Selain terbilang murah, kemudahan dalam memperoleh jajanan juga menjadi alasannya. Jeda kuliah yang diterapkan kampus membuat sebagian mahasiswa mengambil jalan praktis membeli jajanan yang dijajakan oleh mahasiswa di areal kampus. Bahkan di dalam kelas sekalipun.

Di tengah kondisi yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa, penjualan jajanan di areal kampus juga memberikan dampak negatif bagi sebagian dosen. Sebagian dosen merasa terganggu dengan adanya mahasiswa yang makan saat perkuliahan berlangsung. Tak jarang, kondisi ini juga membuat dosen emosi dan tidak melaksanaakan perkuliahan. Walaupun tidak dapat disalahkan secara keseluruhan, hadirnya mahasiswa yang menjual jajanannya di areal kampus juga dapat dipersalahkan. Bisa saja, mahasiswa yang menjajakan jajanan dapat membuat mahasiswa lain terbiasa untuk melakukan kebiasaan buruk berupa makan saat perkuliahan berlangsung karena alasan tak sempat untuk sarapan. Padahal telah di atur dalam kontrak kuliah untuk tidak makan dan minum selama perkuliahan berlangsung.


Tidak ada salahnya mahasiswa berjualan di areal kampus. Bahkan, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk giat berwirausaha. Asalkan, mahasiswa yang menjalankan bisnis menjajakannya pada saat jeda perkuliahaan. Ini dilakukan agar meminimalisasi mahasiswa untuk makan saat perkuliahan berlangsung. Selain itu, dengan berlakunya aturan tersebut pelaksanaan perkuliahaan dapat berlangsung lancar tanpa adanya hal-hal yang mengganggu dosen untuk melaksanakan perkuliahan.

Selasa, 21 April 2015
Posted by Wira

Mengambil Sebuah Keputusan

Jalan hidup terkadang memang susah ditebak. Kadang seseorang akan menemui hal baik dan buruk. Tentu saja kedua hal tersebut memiliki konsekuensi tersendiri tergantung dalam menyikapinya. Bahkan sebagian orang merasa takut dalam mengambil keputusan. Ada yang merasa takut, mules atau bahkan merasa lebih baik tidur karena mengambil keputusan menjadi resiko tersendiri. Namun, siap atau tidak siap seseorang pasti akan mengambil sebuah keputusan yang akan menentukan kelanjutan hidupnya kelak.

Mengambil sebuah keputusan memang tidaklah gampang. Tentu saja dalam mengambil keputusan memerlukan pertimbangan yang matang. Perlu waktu juga dalam mengambil sebuah keputusan agar dikemudian hari tidak terjadi penyesalan. Ketika mengambil sebuah keputusan  yang memerlukan pertimbangan yang cukup lama cukuplah mudah karena apapun bisa dilakukan. Hal yang dapat dilakukan seperti berkonsultasi dengan keluarga, teman, sahabat, pacar, dan yang sekiranya dapat memberikan pencerahan bagi diri dalam mengambil keputusan.

Lalu bagaimana dengan mengambil keputusan dengan waktu yang singkat ? Beberapa orang mungkin akan merasa panik ketika menghadapi hal ini. Bahkan pada akhirnya akan menghasilkan keputusan yang justru merugikan diri sendiri karena kurangnya waktu yang dimiliki. Ada hal yang dapat dilakukan agar cepat dalam mengambil sebuah keputusan adalah dengan membuat sebuah daftar yang berisi 2 kolom yang masing-masing bertuliskan positif dan negatif akibat dari keputusan yang akan diambil. Tuliskan dalam daftar tersebut tentang segala kemungkinan yang terjadi. Kemudian, hitunglah dari total semuanya berapa banyak dari positif negatif tersebut. Terakhir, ambil hasil terbanyak dari daftar tersebut untuk mengambil sebuah keputusan. Selamat mencoba.
Minggu, 26 Oktober 2014
Posted by Wira
Tag :

Popular Post

Instagram
Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Bolpen Bolpenan -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -