Action Cam, Eksis Gak Pake Ribet
Sobat Muda senang berpetualang ? Suka
selfie di tengah aktivitas ? Tapi ribet kalau pake kamera kayak biasanya ?
Action cam bisa jadi pilihan Sobat Muda untuk mengabadikan kegiatan secara
cepat tanpa ribet. Oiya ngomong-ngomong action cam itu apa sih ? Sebenarnya
seberapapentingnya sih pakai Action Cam itu ?
Action Cam (kamera aksi) atau yang
dikenal dengan point of view (POV) camera merupakan sebuah kamera yang
dirancang khusus untuk mengabadikan momen dari sudut, posisi ataupun kondisi
yang hampir tidak mungkin bisa dilakukan dengan kamera biasa. Tak heran, banyak
penyuka olahraga ekstrim kerap menggunakannya sebagai media perekam untuk
mengabadikan berbagai momen yang berlangsung. Karena banyaknya peminat Action Cam, banyak vendor yang kemudian bermunculan untuk
menarik penikmat olahraga ekstrim. Mulai dari Go Pro, JVC, Sony, Hingga Xio Mi.
Di tengah kondisi tersebut, penggunaan
Action Cam memiliki pro dan kontra tersendiri. Denny Sumarna Putra, Mahasiswa
IPB pegiat olahraga ekstrim, mengatakan bahwa penggunaan Action Cam lebih
banyak keuntungannya dengan segala kelebihannya seperti ukurannya yang mudah
dibawa dan praktis. Lain halnya dengan Sandy Anugerah, menggunakan Action Cam
juga membuat orang lupa diri. Tak sedikit juga orang yang lupa keselematannya
ketika menggunakan gadget yang praktis seperti halnya dengan Action Cam.
So Sobat Bolpen penggunaan
Action Cam bisa menjadi pilihan yang menarik dan praktis untuk mengabadikan
momen, tapi juga harus mementingkan keselamatan diri ya Sobat Bolpen !
Meme, Sentilan dan Humor
Sobat Bolpen, sudah tak asing
bukan dengan meme. Hampir setiap hari, Sobat Muda bisa temukan meme melalui
media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dll. Selain di media sosial,
meme juga hadir di website tersendiri seperti halnya 9gag.com dan 1cak.com.
Meme sendiri kadang berisi humor maupun “sentilan” terhadap berita yang sedang
hangat dimasyarakat. Meski begitu, ternyata meme memberikan dampak kuat loh
Sobat Bolpen dalam perubahan sosial dan penyampaian aspirasi di masyarakat.
Contohnya saja beberapa hari
lalu sempat ramai di internet seputar hasil sidang kebakaran hutan dengan
penggugat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terhadap PT Bumi
Mekar Hijau (BMH) yang menuai kritik. Kritikan ini berupa keputusan majelis
hakim Pengadilan Negeri Palembang, yaitu Parlas Nababan, sebagai ketua majelis,
yang menolak gugatan perdata senilai Rp 7,9 triliun terkait kasus kebakaran hutan dan lahan di
konsesi PT BMH pada tahun 2014. Parlas menilai bahwa kebakaran tak merusak
lahan karena masih bisa ditanami lagi. Melihat itu, sejumlah netizen pun
mengeluarkan “sentilan” melalui meme
Nia Elvina, seorang sosiolog
Universitas Nasional, membenarkan meme sendiri dapat memberikan pengaruh yang
kuat kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kelas menengah ke atas. “Meme memang dapat menarik perhatian
masyarakat, karena sebagian besar masyarakat cukup mudah menemukan meme di
internet”, ungkapnya. Masyarakat tersebut sangat lah sering mengetahui
perkembangan berita di media massa, karena sering berintarksi dengan internet. Inilah
yang mendorong masyarakat untuk peduli dengan menyampaikan aspirasinya melalui
meme. Penggunaan meme ini dirasa tepat mengingat meme sendiri lekat dengan
visualisasi yang memudahkan orang dalam menerima informasi. Selain itu, setiap
pesan yang disampaikanya juga disertai dengan lelucon yang unik.![]() |
| Nia Elvina |
Perlu diketahui Sobat Bolpen, Meme
(biasa dibaca mim) sendiri merupakan ide, perilaku atau gaya yang menyebar dari
satu orang ke orang lain melalui internet. Meme sendiri tidak hanya berupa
gambar, bisa berupa hyperlink, video,
website, ataupun hashtag. Istilah meme sendiri berasal dari buku karya Richard
Dawkins berjudul The Selfish Gene
yang mengacu pada kreativitas manusia.
Nia berharap dengan
adanya meme ini masyarakat maupun pemerintah dapat mengambil manfaatnya. Masyarakat dapat lebih peduli terhadap
perkembangan Indonesia. Sedangkan pemerintah dapat menfaatkan meme sebagai
masukan aspirasi dari masyarakat untuk memperbaiki kinerja pemerintah. “Meme
sendiri harus dimanfaatkan betul karena dapat memberikan manfaat bagi
masyarakat maupun pemerintah." pungkasnya.
Stand Up Indo Bogor, Asah Bakat Jadi Komika
Stand Up Indo Bogor sudah tidak asing bagi
kalangan muda Bogor. Betapa tidak komunitas yang didirikan seiring tren Stand Up Comedy ini menjadi perwakilan
komunitas Stand Up Indo di wilayah Bogor dan sekitarnya. Komunitas ini
didirikan oleh Athaya Mubarok dan Rifki Mulyadi Gusti sejak 2011.
Awalnya komunitas ini terbentuk dari kegiatan
bernama Bogor Rendezvous, sebuah
acara anak muda yang menampilkan karya-karya seni dan dari acara itulah awalnya
diadakan Stand Up Nite – Bogor yang menjadi cikal bakal komunitas Stand Up Indo
Bogor, ujar Fajar Ramadhan, salah satu anggota Stand Up Indo Bogor.
Stand Up Indo Bogor memiliki 200 orang
anggota yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, maupun yang sudah bekerja. Sebagian
anggotanya juga sudah menjadi komika profesional seperti Jui Purwoto, Dzawin
Nur, dan Dede Kendor. Komunitas ini juga telah memperoleh juara 3 dalam Liga
Komunitas Stand Up (LKS) di salah satu stasiun Televisi Swasta di 2014, dengan
mengirim tim yang terdiri dari Koide Namizo, Fajar Nugraha, Fajar Ramadhan, dan
Bakriyadi.
Nah, buat Sobat Bolpen yang ingin bergabung dengan komunitas
ini sangat mudah hanya dengan ikut Open Mic di depan umum dalam acara Open Mic
Bogor yang diadakan di Resto
Teras Corner setiap malam minggu mulai jam 18.30 .
Setelah merasakan Open Mic, barulah akan
ditawarkan untuk bergabung dalam komunitas yang nantinya akan dilatih untuk
menjadi seorang komika oleh anggota komunitas. Selain itu, Sobat Bolpen juga bisa
memperoleh informasi lebih lengkapnya di website Standupbogor.com dan twitter
@StandUpIndoBogor.
Pemuda Harus Mendukung Antikorupsi
Hari
ini, tepat di tanggal 9 Desember, merupakan hari peringatan Antikorupsi
Internasional yang telah diakui oleh Pemerintah Indonesia sebagai hari peringatan Antikorupsi nasional
sejak tahun 2004. Peringatan tersebut juga tak terlepas dari peran masyarakat
dalam menjunjung antikorupsi hingga dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres)
No.5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Meski begitu, budaya
korupsi di Indonesia masih saja kerap terjadi di masyarakat. Bahkan,
pelemahan terhadap lembaga antikorupsi, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) semakin kuat. Untuk itu, pemuda Indonesia justru semakin gencar mendukung
lembaga antirasuah tersebut.
![]() |
| dok. Radar Bogor |
“Kepedulian
pemuda saat ini sangatlah tinggi,
apalagi terhadap korupsi yang marak di Indonesia,” ujar Hasbullah, Ketua
Komite Nasional Pemuda Indonesi (KNPI) Kota Bogor.
Seperti diketahui sebelumnya, pelemahan yang terjadi terhadap
KPK sangatlah masif, antara lain dengan upaya merevisi UU KPK yang dicurigai
akan mereduksi wewenang lembaga antirasuah dalam memerangi korupsi. Upaya
pelemahan juga diduga dilakukan melalui seleksi calon pimpinan KPK yang saat
ini sedang berlangsung di Komisi III DPR. Komisi III beberapa waktu lalu
terkesan mengulur-ulur proses seleksi dengan mempertanyakan hal-hal seperti
mekanisme dan cara kerja Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, persyaraan calon
yang dianggap memenuhi ketentuan UU, atau mempersoalkan ketiadaan unsur jaksa
dalam daftar calon pimpinan KPK.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah komunitas seperti
Komunitas Rumpun Indonesia (dilansir dari kpk.go.id) melakukan dukungan
terhadap KPK dengan melakukan aksi sosial berupa pengumpulan cap telapak
tangan. Pengumpulan cap telapak tangan tersebut merupakan bentuk dukungan
sekaligus mengumpulkan komitmen masyarakat dalam melawan korupsi. Tak hanya di
situ saja, beberapa hari lalu (5/12), sejumlah komunitas seni di Bandung
melalui Pameran #SeniMelawanKorupsi di Gedung Gas Negara, juga ikut menyuarakan
dukungannya dengan menularkan semangat antikorupsi melalui karya seni, seperti
poster. Berbagai rupa poster dalam pameran tersebut bertujuan untuk membentuk
kesadaran masyarakat tentang pentingnya melawan korupsi. Melihat reaksi masyarakat
terhadap kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia, Hasbullah mengungkapkan
bahwa pemuda saat ini sangatlah kritis. Banyaknya pemberitaan korupsi di media
massa, justru mendorong pemuda untuk ambil andil dalam pemberantasan korupsi di
Indonesia.
| Hasbullah |
Hasbullah berharap di tengah kondisi pelemahan KPK ini, pemuda dapat
saling bahu-membahu untuk mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. Selain itu, pemuda juga dapat membantu penegak hukum
untuk menyuarakan sekaligus menularkan antikorupsi kepada masyarakat melalui
komunitas-komunitas.
Pemuda Perlu Melek HIV/AIDS
Tepat setiap tanggal 1 Desember, seluruh warga dunia
memperingati Hari AIDS. Momen ini mestinya jadi cambukan dan peringatan keras
bagi semua kalangan masyarakat. Pasalnya, jumlah penderita AIDS terus
meningkat. Di Kota Bogor sendiri, sebanyak 2.757 orang telah terjangkit oleh human immunodeficiency virus (HIV).
Jumlah ini berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, terhitung hingga tahun
2015. Dari data tersebut, diketahui kebanyakan penderita didominasi anak muda
usia 20 hingga 40-an. Rata-rata, penyebabnya karena penggunaan jarum suntik
narkoba.
“Hati-hati, ya. Tiga sampai enam bulan pertama, HIV tidak
dapat terdeteksi. Saat fase periode jendela tersebut, penderita tidak
menunjukan gejala apapun. Terlihat sehat dan normal. Tapi, sudah dapat
menularkan virus loh,” ungkap dr. Siti Robiah Mubarokah.
Barulah, sekitar tiga
sampai sepuluh tahun HIV positif sudah mulai dapat terdeteksi. Meski, tetap
saja secara kasarmata tak ada gejala penyakit yang terlihat. Secepatnya,
orang-orang yang sudah terindikasi HIV positif diberikan pengobatan rutin antretrovial (ARV) agar tak bergerak
sampai stadium Acquired Immunodeficiency
Syndrome (AIDS). Sebab bila sudah masuk dalam stadium tersebut, dapat
menyebabkan kematian. Bahkan, penderitanya hanya akan mampu bertahan selama dua
tahun.
“Kita banyak melakukan sosialisasi dan pemeriksaan gratis di
fase HIV positif. Ingin pengidap HIV positif ini bisa kembali menjalankan
kehidupan normal, sehat, aktif, dan produktif,” lanjutnya yang akrab disapa dr
Obin.
![]() |
dr Siti Robiah
|
Dinas Kesehatan Kota Bogor, tambahnya. Juga rutin melakukan
penyuluhan dan sosialisasi terutama untuk kalangan muda, seperti SMP dan SMA. Tahun ini, mereka fokus
menyosialisasikannya ke kampus-kampus di Bogor. Di antaranya ada Universitas
Pakuan, Universitas Ibn Khaldun, Bina Bangsa, dan BSI. “ Penting
menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS ke kalangan muda. Memang di usia ini, mereka
harus paham mengenai AIDS. Supaya bisa melakukan pencegahan,” katanya.
Tak hanya itu, demi memaksimalkan program pencegahan, Dinkes
Kota Bogor turut bekerja sama dengan komisi Penanggulangan AIDS (KPAD) dan
beberapa LSM, seperti LSM Rumah Singgah Peka dan Rumah Lekas. Mereka melibatkan
pemuda untuk melakukan penyuluhan. Pemuda-pemuda di lingkungan masyarakat pun,
diakui dr Obin banyak yang tertarik menjadi relawan atau kader, perpanjangan
tangan dinkes yang membantu mengatasi AIDS. Tugas mereka, rutin menggiatkan mobile vicity, mengajak penduduk sekitar
untuk tes HIV.
“Pencagahan HIV di Kota Bogor sendiri sekarang sudah semakin baik. Pemeriksaan vicity test HIV/AIDS sudah bisa dilakukan di puskemas yang tersebar di Kota Bogor dan tidak dipungut biaya,” pungkasnya.
Lain Kopi, Lain Kepribadian
Sobat
Bolpen tahu tidak kalau setiap orang yang memiliki kecenderungan minum pada jenis
minuman kopi tertentu itu memiliki kepribadian yang berbeda loh ! Dari
penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa orang yang minum beberapa jenis
kopi memiliki ciri-ciri yang sama. Contohnya saja orang yang memilih minum kopi
tanpa kafein memiliki sifat obsesif dan pengendali. Lain halnya dengan orang
yang memilih Latte, biasanya cenderung suka membantu orang lain.
Merujuk pada buku You Are WHY You Eat: Change Your Food Attitude, Change Your Life. Dr. Ramani Durvasula, seorang psikolog klinis, melakukan penelitian ini terhadap 1.000 peminum kopi dan menilai sejumlah gaya kepribadian umum dan sifat-sifat psikologis. Mulai dari sifat introvert dan ekstrovert, kesabaran, perfeksionis, kehangatan, kewaspadaan, kepekaan, serta keberanian sosial.
Orang yang menyukai kopi hitam cenderung lebih lugu dan lebih memilih untuk menjaga hal-hal sederhana. Mereka lebih sabar dan lebih tahan terhadap perubahan. Sikap yang lebih tenang dan menjaga suasana hati, juga ditemukan pada peminum kopi hitam.
Latte
sendiri memiliki sosok pencari kenyamanan dan murah hati dengan waktu mereka.
Mereka juga sering mengulur waktu mereka sendiri.
Lain
lagi dengan Orang-orang yang memesan kopi manis, atau minuman beku, misalnya
frappuccino, terlihat lebih mengikuti tren dan menikmati mencoba banyak hal
baru. Mereka dianggap lebih berani dalam hal sosial tetapi juga lebih sembrono.
Pemesan minuman ekstra berbusa seperti cappuccino atau memilih kopi tanpa
kafein lebih menikmati berada dalam kontrol dan sering perfeksionis. Mereka
terlalu sensitif dan cenderung khawatir tetapi teliti dalam memantau kesehatan
mereka. Ada pula peminum kopi instan menjadi orang yang paling santai. Tapi
mereka juga miskin dengan rencana dan paling mungkin menunda-nunda sesuatu.
Muhamad Isa Sumantapura, Creativepreneur yang Dilirik Negara Tetangga
Isa, begitulah panggilan akrab pemuda kelahiran Bogor, 31
Oktober 1989 ini. Tak disangka, salah satu karyanya kini tak asing di salah
satu produk oleh-oleh khas Bogor, yaitu Talas Bogor Sangkuriang. Logo Talas
Bogor Sangkuriang merupakan salah satu karyanya dari sekian banyak logo produk
yang pernah dibuatnya. Mulai dari logo untuk produk makanan, resto, maupun
pertanian. Tak hanya disitu saja, kini Isa tengah menggarap project komiknya
yang ditawar oleh penerbit asal Jepang dan Malaysia berjudul Kshatriya Saga.
“Dulu sebelum suka nge-disain, saya sempat menjadi seorang
komikus saat masih duduk di bangku sekolah,” ungkapnya yang juga merupakan founder dan lead designer Tetuka Studio.
Perjalanan Isa menjadi seorang komikus, mendorongnya untuk
belajar lebih dalam mengenai dunia disain. Hingga akhirnya, ia saat di bangku
kuliah memperdalamnya dengan belajar dan mulai menggarap disain untuk acara di
kampusnya saat itu. Sesampainya di tingkat 4, Isa memantapkan
dirinya untuk
menjadi creativepreneur di bidang
visual branding dan packaging.
Selama menjadi creativepreneur, Isa juga kerap mengalami kendala. Tak jarang disain yang dibuat suka diplagiasi oleh orang lain.
“Setidaknya kalau disain milik kita diplagiasi oleh orang lain berarti disain
kita bagus,” ungkapnya.
Meski usaha kreatif rawan plagiasi, Isa mengungkapkan usaha kreatif dapat menjadi
lahan bisnis yang menguntungkan bagi anak muda. Karena menekuni usaha kreatif
dapat menghasikan banyak uang yang sesuai dengan passion pribadi. “Kalau jadi creativepreneur,
uang dapat hobi juga jalan,” pungkasnya.







