Action Cam, Eksis Gak Pake Ribet

Sobat Muda senang berpetualang ? Suka selfie di tengah aktivitas ? Tapi ribet kalau pake kamera kayak biasanya ? Action cam bisa jadi pilihan Sobat Muda untuk mengabadikan kegiatan secara cepat tanpa ribet. Oiya ngomong-ngomong  action cam itu apa sih ? Sebenarnya seberapapentingnya sih pakai Action Cam itu ?

Action Cam (kamera aksi) atau yang dikenal dengan point of view (POV) camera merupakan sebuah kamera yang dirancang khusus untuk mengabadikan momen dari sudut, posisi ataupun kondisi yang hampir tidak mungkin bisa dilakukan dengan kamera biasa. Tak heran, banyak penyuka olahraga ekstrim kerap menggunakannya sebagai media perekam untuk mengabadikan berbagai momen yang berlangsung. Karena  banyaknya peminat Action Cam,  banyak vendor yang kemudian bermunculan untuk menarik penikmat olahraga ekstrim. Mulai dari Go Pro, JVC, Sony, Hingga Xio Mi.

Di tengah kondisi tersebut, penggunaan Action Cam memiliki pro dan kontra tersendiri. Denny Sumarna Putra, Mahasiswa IPB pegiat olahraga ekstrim, mengatakan bahwa penggunaan Action Cam lebih banyak keuntungannya dengan segala kelebihannya seperti ukurannya yang mudah dibawa dan praktis. Lain halnya dengan Sandy Anugerah, menggunakan Action Cam juga membuat orang lupa diri. Tak sedikit juga orang yang lupa keselematannya ketika menggunakan gadget yang praktis seperti halnya dengan Action Cam.


So Sobat Bolpen penggunaan Action Cam bisa menjadi pilihan yang menarik dan praktis untuk mengabadikan momen, tapi juga harus mementingkan keselamatan diri ya Sobat Bolpen ! 
Selasa, 19 Januari 2016
Posted by Wira
Tag :

Meme, Sentilan dan Humor

Sobat Bolpen, sudah tak asing bukan dengan meme. Hampir setiap hari, Sobat Muda bisa temukan meme melalui media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dll. Selain di media sosial, meme juga hadir di website tersendiri seperti halnya 9gag.com dan 1cak.com. Meme sendiri kadang berisi humor maupun “sentilan” terhadap berita yang sedang hangat dimasyarakat. Meski begitu, ternyata meme memberikan dampak kuat loh Sobat Bolpen dalam perubahan sosial dan penyampaian aspirasi di masyarakat.

Contohnya saja beberapa hari lalu sempat ramai di internet seputar hasil sidang kebakaran hutan dengan penggugat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terhadap PT Bumi Mekar Hijau (BMH) yang menuai kritik. Kritikan ini berupa keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang, yaitu Parlas Nababan, sebagai ketua majelis, yang menolak gugatan perdata senilai Rp 7,9 triliun  terkait kasus kebakaran hutan dan lahan di konsesi PT BMH pada tahun 2014. Parlas menilai bahwa kebakaran tak merusak lahan karena masih bisa ditanami lagi. Melihat itu, sejumlah netizen pun mengeluarkan “sentilan” melalui meme

Nia Elvina, seorang sosiolog Universitas Nasional, membenarkan meme sendiri dapat memberikan pengaruh yang kuat kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kelas menengah  ke atas. “Meme memang dapat menarik perhatian masyarakat, karena sebagian besar masyarakat cukup mudah menemukan meme di internet”, ungkapnya. Masyarakat tersebut sangat lah sering mengetahui perkembangan berita di media massa, karena sering berintarksi dengan internet. Inilah yang mendorong masyarakat untuk peduli dengan menyampaikan aspirasinya melalui meme. Penggunaan meme ini dirasa tepat mengingat meme sendiri lekat dengan visualisasi yang memudahkan orang dalam menerima informasi. Selain itu, setiap pesan yang disampaikanya juga disertai dengan lelucon yang unik.

Nia Elvina
Perlu diketahui Sobat Bolpen, Meme (biasa dibaca mim) sendiri merupakan ide, perilaku atau gaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain melalui internet. Meme sendiri tidak hanya berupa gambar, bisa berupa hyperlink, video, website, ataupun hashtag. Istilah meme sendiri berasal dari buku karya Richard Dawkins berjudul The Selfish Gene yang mengacu pada kreativitas manusia.

Nia berharap dengan adanya meme ini masyarakat maupun pemerintah dapat mengambil manfaatnya.  Masyarakat dapat lebih peduli terhadap perkembangan Indonesia. Sedangkan pemerintah dapat menfaatkan meme sebagai masukan aspirasi dari masyarakat untuk memperbaiki kinerja pemerintah. “Meme sendiri harus dimanfaatkan betul karena dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah." pungkasnya.
Senin, 18 Januari 2016
Posted by Wira
Tag :

Stand Up Indo Bogor, Asah Bakat Jadi Komika


Stand Up Indo Bogor sudah tidak asing bagi kalangan muda Bogor. Betapa tidak komunitas yang didirikan seiring tren Stand Up Comedy ini menjadi perwakilan komunitas Stand Up Indo di wilayah Bogor dan sekitarnya. Komunitas ini didirikan oleh Athaya Mubarok dan Rifki Mulyadi Gusti sejak 2011.

Awalnya komunitas ini terbentuk dari kegiatan bernama Bogor Rendezvous, sebuah acara anak muda yang menampilkan karya-karya seni dan dari acara itulah awalnya diadakan Stand Up Nite – Bogor yang menjadi cikal bakal komunitas Stand Up Indo Bogor, ujar Fajar Ramadhan, salah satu anggota Stand Up Indo Bogor.

Stand Up Indo Bogor memiliki 200 orang anggota yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, maupun yang sudah bekerja. Sebagian anggotanya juga sudah menjadi komika profesional seperti Jui Purwoto, Dzawin Nur, dan Dede Kendor. Komunitas ini juga telah memperoleh juara 3 dalam Liga Komunitas Stand Up (LKS) di salah satu stasiun Televisi Swasta di 2014, dengan mengirim tim yang terdiri dari Koide Namizo, Fajar Nugraha, Fajar Ramadhan, dan Bakriyadi.


Nah, buat Sobat Bolpen yang ingin bergabung dengan komunitas ini sangat mudah hanya dengan ikut Open Mic di depan umum dalam acara Open Mic Bogor yang diadakan di Resto Teras Corner setiap malam minggu mulai jam 18.30 . Setelah merasakan  Open Mic, barulah akan ditawarkan untuk bergabung dalam komunitas yang nantinya akan dilatih untuk menjadi seorang komika oleh anggota komunitas. Selain itu, Sobat Bolpen juga bisa memperoleh informasi lebih lengkapnya di website Standupbogor.com dan twitter @StandUpIndoBogor.
Minggu, 17 Januari 2016
Posted by Wira
Tag :

Pemuda Harus Mendukung Antikorupsi

Hari ini, tepat di tanggal 9 Desember, merupakan hari peringatan Antikorupsi Internasional yang telah diakui oleh Pemerintah Indonesia  sebagai hari peringatan Antikorupsi nasional sejak tahun 2004. Peringatan tersebut juga tak terlepas dari peran masyarakat dalam menjunjung antikorupsi hingga dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) No.5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Meski begitu, budaya korupsi di Indonesia masih saja kerap terjadi di masyarakat. Bahkan, pelemahan terhadap lembaga antikorupsi, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin kuat. Untuk itu, pemuda Indonesia justru semakin gencar mendukung lembaga antirasuah tersebut.
dok. Radar Bogor

“Kepedulian pemuda saat ini sangatlah tinggi, apalagi terhadap korupsi yang marak di Indonesia, ujar Hasbullah, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesi (KNPI) Kota Bogor.

Seperti diketahui sebelumnya, pelemahan yang terjadi terhadap KPK sangatlah masif, antara lain dengan upaya merevisi UU KPK yang dicurigai akan mereduksi wewenang lembaga antirasuah dalam memerangi korupsi. Upaya pelemahan juga diduga dilakukan melalui seleksi calon pimpinan KPK yang saat ini sedang berlangsung di Komisi III DPR. Komisi III beberapa waktu lalu terkesan mengulur-ulur proses seleksi dengan mempertanyakan hal-hal seperti mekanisme dan cara kerja Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, persyaraan calon yang dianggap memenuhi ketentuan UU, atau mempersoalkan ketiadaan unsur jaksa dalam daftar calon pimpinan KPK.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah komunitas seperti Komunitas Rumpun Indonesia (dilansir dari kpk.go.id) melakukan dukungan terhadap KPK dengan melakukan aksi sosial berupa pengumpulan cap telapak tangan. Pengumpulan cap telapak tangan tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus mengumpulkan komitmen masyarakat dalam melawan korupsi. Tak hanya di situ saja, beberapa hari lalu (5/12), sejumlah komunitas seni di Bandung melalui Pameran #SeniMelawanKorupsi di Gedung Gas Negara, juga ikut menyuarakan dukungannya dengan menularkan semangat antikorupsi melalui karya seni, seperti poster. Berbagai rupa poster dalam pameran tersebut bertujuan untuk membentuk kesadaran masyarakat tentang pentingnya melawan korupsi. Melihat reaksi masyarakat terhadap kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia, Hasbullah mengungkapkan bahwa pemuda saat ini sangatlah kritis. Banyaknya pemberitaan korupsi di media massa, justru mendorong pemuda untuk ambil andil dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
Image result for hasbullah knpi
Hasbullah

Hasbullah berharap di tengah kondisi pelemahan KPK ini, pemuda dapat saling bahu-membahu untuk mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. Selain itu, pemuda juga dapat membantu penegak hukum untuk menyuarakan sekaligus menularkan antikorupsi kepada masyarakat melalui komunitas-komunitas.

 “Pemuda harus bahu-membahu untuk mendukung penegakan antikorupsi di Indonesia,” pungkasnya.
Rabu, 09 Desember 2015
Posted by Wira
Tag :

Pemuda Perlu Melek HIV/AIDS



Tepat setiap tanggal 1 Desember, seluruh warga dunia memperingati Hari AIDS. Momen ini mestinya jadi cambukan dan peringatan keras bagi semua kalangan masyarakat. Pasalnya, jumlah penderita AIDS terus meningkat. Di Kota Bogor sendiri, sebanyak 2.757 orang telah terjangkit oleh human immunodeficiency virus (HIV). Jumlah ini berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, terhitung hingga tahun 2015. Dari data tersebut, diketahui kebanyakan penderita didominasi anak muda usia 20 hingga 40-an. Rata-rata, penyebabnya karena penggunaan jarum suntik narkoba.


“Hati-hati, ya. Tiga sampai enam bulan pertama, HIV tidak dapat terdeteksi. Saat fase periode jendela tersebut, penderita tidak menunjukan gejala apapun. Terlihat sehat dan normal. Tapi, sudah dapat menularkan virus loh,” ungkap dr. Siti Robiah Mubarokah.
Barulah,  sekitar tiga sampai sepuluh tahun HIV positif sudah mulai dapat terdeteksi. Meski, tetap saja secara kasarmata tak ada gejala penyakit yang terlihat. Secepatnya, orang-orang yang sudah terindikasi HIV positif diberikan pengobatan rutin antretrovial (ARV) agar tak bergerak sampai stadium Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Sebab bila sudah masuk dalam stadium tersebut, dapat menyebabkan kematian. Bahkan, penderitanya hanya akan mampu bertahan selama dua tahun.
“Kita banyak melakukan sosialisasi dan pemeriksaan gratis di fase HIV positif. Ingin pengidap HIV positif ini bisa kembali menjalankan kehidupan normal, sehat, aktif, dan produktif,” lanjutnya yang akrab disapa dr Obin.
dr Siti Robiah
Dinas Kesehatan Kota Bogor, tambahnya. Juga rutin melakukan penyuluhan dan sosialisasi terutama untuk kalangan  muda, seperti SMP dan SMA. Tahun ini, mereka fokus menyosialisasikannya ke kampus-kampus di Bogor. Di antaranya ada Universitas Pakuan, Universitas Ibn Khaldun, Bina Bangsa, dan BSI. “ Penting menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS ke kalangan muda. Memang di usia ini, mereka harus paham mengenai AIDS. Supaya bisa melakukan pencegahan,” katanya.

Tak hanya itu, demi memaksimalkan program pencegahan, Dinkes Kota Bogor turut bekerja sama dengan komisi Penanggulangan AIDS (KPAD) dan beberapa LSM, seperti LSM Rumah Singgah Peka dan Rumah Lekas. Mereka melibatkan pemuda untuk melakukan penyuluhan. Pemuda-pemuda di lingkungan masyarakat pun, diakui dr Obin banyak yang tertarik menjadi relawan atau kader, perpanjangan tangan dinkes yang membantu mengatasi AIDS. Tugas mereka, rutin menggiatkan mobile vicity, mengajak penduduk sekitar untuk tes HIV.

“Pencagahan HIV di Kota Bogor sendiri sekarang sudah semakin baik. Pemeriksaan vicity test HIV/AIDS sudah bisa dilakukan di puskemas yang tersebar di Kota Bogor dan tidak dipungut biaya,” pungkasnya.
Sabtu, 05 Desember 2015
Posted by Wira
Tag :

Lain Kopi, Lain Kepribadian

      Sobat Bolpen tahu tidak kalau setiap orang yang memiliki kecenderungan minum pada jenis minuman kopi tertentu itu memiliki kepribadian yang berbeda loh ! Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa orang yang minum beberapa jenis kopi memiliki ciri-ciri yang sama. Contohnya saja orang yang memilih minum kopi tanpa kafein memiliki sifat obsesif dan pengendali. Lain halnya dengan orang yang memilih Latte, biasanya cenderung suka membantu orang lain.

       Merujuk pada buku You Are WHY You Eat: Change Your Food Attitude, Change Your Life.  Dr. Ramani Durvasula, seorang psikolog klinis,  melakukan penelitian ini terhadap 1.000 peminum kopi dan menilai sejumlah gaya kepribadian umum dan sifat-sifat psikologis. Mulai dari  sifat introvert dan ekstrovert, kesabaran, perfeksionis, kehangatan, kewaspadaan, kepekaan, serta keberanian sosial.

       Orang yang menyukai kopi hitam cenderung lebih lugu dan lebih memilih untuk menjaga hal-hal sederhana. Mereka lebih sabar dan lebih tahan terhadap perubahan. Sikap yang lebih tenang dan menjaga suasana hati, juga ditemukan pada peminum kopi hitam.
       Latte sendiri memiliki sosok pencari kenyamanan dan murah hati dengan waktu mereka. Mereka juga sering mengulur waktu mereka sendiri.
      Lain lagi dengan Orang-orang yang memesan kopi manis, atau minuman beku, misalnya frappuccino, terlihat lebih mengikuti tren dan menikmati mencoba banyak hal baru. Mereka dianggap lebih berani dalam hal sosial tetapi juga lebih sembrono. Pemesan minuman ekstra berbusa seperti cappuccino atau memilih kopi tanpa kafein lebih menikmati berada dalam kontrol dan sering perfeksionis. Mereka terlalu sensitif dan cenderung khawatir tetapi teliti dalam memantau kesehatan mereka. Ada pula peminum kopi instan menjadi orang yang paling santai. Tapi mereka juga miskin dengan rencana dan paling mungkin menunda-nunda sesuatu.
 
Selasa, 06 Oktober 2015
Posted by Wira
Tag :

Muhamad Isa Sumantapura, Creativepreneur yang Dilirik Negara Tetangga

Isa, begitulah panggilan akrab pemuda kelahiran Bogor, 31 Oktober 1989 ini. Tak disangka, salah satu karyanya kini tak asing di salah satu produk oleh-oleh khas Bogor, yaitu Talas Bogor Sangkuriang. Logo Talas Bogor Sangkuriang merupakan salah satu karyanya dari sekian banyak logo produk yang pernah dibuatnya. Mulai dari logo untuk produk makanan, resto, maupun pertanian. Tak hanya disitu saja, kini Isa tengah menggarap project komiknya yang ditawar oleh penerbit asal Jepang dan Malaysia berjudul Kshatriya Saga.

“Dulu sebelum suka nge-disain, saya sempat menjadi seorang komikus saat masih duduk di bangku sekolah,” ungkapnya yang juga merupakan founder dan lead designer Tetuka Studio.

Perjalanan Isa menjadi seorang komikus, mendorongnya untuk belajar lebih dalam mengenai dunia disain. Hingga akhirnya, ia saat di bangku kuliah memperdalamnya dengan belajar dan mulai menggarap disain untuk acara di kampusnya saat itu. Sesampainya di tingkat 4, Isa memantapkan 
dirinya untuk menjadi creativepreneur di bidang visual branding dan packaging.

Selama menjadi creativepreneur, Isa juga kerap mengalami kendala. Tak jarang disain yang dibuat suka diplagiasi oleh orang lain. “Setidaknya kalau disain milik kita diplagiasi oleh orang lain berarti disain kita bagus,” ungkapnya.

Meski usaha kreatif rawan plagiasi, Isa mengungkapkan usaha kreatif dapat menjadi lahan bisnis yang menguntungkan bagi anak muda. Karena menekuni usaha kreatif dapat menghasikan banyak uang yang sesuai dengan passion pribadi. “Kalau jadi creativepreneur, uang dapat hobi juga jalan,” pungkasnya. 
Senin, 21 September 2015
Posted by Wira
Tag :

Popular Post

Instagram
Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Bolpen Bolpenan -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -