Perlahan-lahan Bangkitkan Literasi

Potret Anak-anak lingkungan Pos Pintar
Mengacu pada data UNESCO yang dirilis pada 2012, indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya mencapai 0,001. Di antara 1.000 orang Indonesia, hanya satu orang yang memiliki minat baca. Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan negara maju di Eropa. Sebagai contoh, anak-anak di negara maju mampu membaca dua buku dalam sebulan. Jangankan membaca dua buku dalam sebulan, membaca satu buku dalam sebulan saja tidak pernah.

Memang, persoalan lemahnya budaya baca bukanlah berangkat dari satu persoalan yang sederhana. Persoalan ini menyangkut banyak faktor. Pendekatan penanggulangannya pun membutuhkan banyak cara. Tentunya, penanggulangan ini perlu dukungan dari semua pihak, termasuk dukungan masyarakat. Misalnya, seperti yang dilakukan oleh Komunitas Pemuda Pos Pintar. Komunitas yang bertempat di Kampung Al Busyro RT 03 RW 02, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, ini membangun sebuah taman baca Pos Pintar di tengah pemukiman penduduk.

Presiden Pos Pintar, Yusuf Sofyan (24), mengungkapkan pendirian Pos Pintar tersebut merupakan dorongan diri dan teman-temannya dari Karang Taruna Pancawarna terhadap minat baca masyarakat saat ini. "Jadi lewat pos ini jadi langkah kami mendorong kaum muda dan warga sekitar untuk menumbuhkan semangat membaca buku. Apalagi, masih ada pula sebagian penduduk sekitar yang masih buta huruf. Pos Pintar inilah jadi salah satu tempat di Bogor untuk menghidup semangat literasi,” ujarnya.

Wayang Kardus, salah satu kegiatan yang ada di Pos Pintar
Wakil Presiden Pos Pintar, Firmansyah (21), juga menceritakan Pos Pintar yang mulanya pos Kamling ini kerap mengalami kendala buku bacaan sumbangan swadaya dari masyarakat sekitar tidak semuanya dapat dibaca oleh anak-anak, karena bahan bacaan untuk anak-anak harus benar-benar mendidik. “Saat ini baru ada sekitar 1000-an buku yang layak dibaca oleh anak-anak dari 2000-an buku yang masuk ke Pos Pintar. Tentunya, kami menerima siapapun yang mau menyumbangkan buku bacaan untuk taman bacaan,” ujar pemuda yang kerap disapa.



Lanjut Ucup -sapaan Yusuf Sofyan- menjelaskan sejak didirikan pada April lalu, antusias dari warga Kampung Al Busyro maupun masyarakat luar, semakin memberikan respon yang positif terhadap berdirinya Pos Pintar. Mulai dari banyaknya sumbangan buku, aksi menghias lingkungan Pos Pintar, hingga di undang makan bersama oleh Presiden Jokowi pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di Istana Negara, Jakarta. “Kami dari Pos Pintar sempat diundang oleh Pak Jokowi untuk makan bersama di Istana Negara, bersama para pegiat literasi dari berbagi wilayah di Indonesia. Disitu kami saling sharing dengan bapak presiden maupun dengan para pegiat literasi lainnya. Alhamdullillah, Pos Pintar memperoleh bantuan 10.000 buku dari Pak Jokowi yang akan diberikan secara berkala,” kenangnya.      

Salah satu warga sekitar pengguna Pos Pintar, Husein Bachtiar (19) mengungkapkan hadirnya Pos Pintar ini semoga kedepannya bisa berkembang lebih besar lagi karna bermanfaat bagi siapapun. “Pos Pintar ini pagi sampai malam pun pasti ada yang berkunjung untuk sekedar baca buku. Saya dan anak-anak misalnya baca pas pagi sampai siang. Sore dan malam biasanya Pos Pintar diisi oleh bapak-bapak maupun ibu-ibu. Karna itulah manfaatnya mulai dirasakan perlahan-lahan. Yang mulanya nggak suka baca, Pos Pintar jadi semangat kami untuk suka baca,” ungkapnya.

Potret anak-anak saat pementasan Wayang Pintar
Sabtu, 20 Mei 2017
Posted by Wira

Medsos Hadang Terorisme

Bebarapa hari lalu, media massa sempat digemparkan dengan peristiwa peledakan bom yang berada di Jalan M.H. Thamrin, tepatnya di sekitar kompleks pertokoan Sarinah, Jakarta Pusat. 31 orang turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.  Peristiwa ini juga menjadi perhatian netizen di dunia maya, khususnya pemuda. Reaksinya pun bermacam dari peristiwa tersebut. Mulai dari terkejut, kemudian doa dan harapan, serta berujung pada banyolan. Sejumlah netizen banyak yang beranggapan  bahwa teror telah gagal total. tetapi, rasa takut dan terteror masyarakat masih tetap ada.

Seperti yang diungkapkan oleh Paulus Wirutomo, Guru Besar Sosiolog Universitas Indonesia, bahwa rasa takut dan terteror masyarakat tetap ada, tetapi kemudian cepat menghilang dan kebanyakan reaksi tersebut justru berubah menjadi humor.

“Trauma masyarakat cepat hilang, karena terpengaruh budaya baru terkait dengan media sosial,” ungkap Paulus

Perkembangan media sosial yang ada di masyarakat justru meredakan ketakutan tersebut dengan adanya berbagai macam reaksi. Mulai dari hashtag yang menggugah semangat  dengan #WeAreNotAfraid, #KamiTidakTakut, #PrayForJakarta, maupun yang berbau humor #KamiNaksir. Adapula ragam meme  turut meramaikan media sosial yang mengundang gelak tawa tersendiri. Baik yang terkait dengan aksi terorisme maupun plesetan dari hashtag tersebut.

Meski begitu, Paulus berharap reaksi netizen tersebut tidak hanya berhenti hanya sampai pada candaan saja. Setidaknya, mulai membangun sistem kewaspadaan untuk menanggulangin masalah-masalah seperti itu dengan bantuan teknologi. Selain itu, peristiwa tersebut juga dapat menjadi pengingat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia bahwa terorisme dapat terjadi kapanpun dan dimanapun.
Sabtu, 13 Februari 2016
Posted by Wira
Tag :

Branding Image, Pemuda dan Era Digital

Sobat Bolpen tahu tidak kalau branding image itu sangat penting loh di tengah era digital saat ini ! Apalagi pemuda juga bisa terlibat dalam branding image ini. Sebenarnya apa sih branding image itu ?

Irvan Indrayana
Irvan Indrayana, seorang Digital Branding Strategist, mengungkapkan Branding Image sendiri merupakan persepsi customer mengenai suatu brand yang dimiliki atau ditawarkan. Branding Image sendiri tersebut bertujuan untuk membentuk citra tertentu di masyarakat terhadap suatu produk atau jasa yang ditawarkan. Tak heran, banyak industri maupun profesional menerapkan branding image ini. Ini dikarenakan branding image sangat penting dalam mengembangkan sebuah brand dalam jangka panjang. Selain itu, branding image juga mampu menjalin hubungan  emosional antara penyedia jasa (profesional) dengan pelanggannya.

Agar tercapainya tujuan branding image ini, banyak branding strategist  memanfaatkan pemuda sebagai sarananya. Para branding strategist  ini mengamati bahwa banyak pemuda yang cukup sering menggunakan gadget di tengah perkembangan era digital seperti media sosial. Untuk itu, mereka memanfaatkan internet yang diintegrasikan dengan media sosial untuk menarik minat para pengguna gadget terhadap suatu produk atau jasa yang ditawarkan.

“Sebagai contoh, para pemuda saat ini memiliki kebiasaan mempublikasi kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan. Ketika sedang makan, jalan-jalan, atau kegiatan apapun melalui path, facebook, twitter, atau instagram. Setelah itu teman-temannya komentar, kemudian dibalas lagi. Jika hal ini dilakukan dengan mencantumkan kata Bogor dan melibatkan Bogor di dalamnya, maka tanpa disadari dan secara tidak langsung dapat membawa dampak terhadap keseluruhan brand Kota Bogor”, pungkasnya.
Jumat, 22 Januari 2016
Posted by Wira
Tag :

Gadget Rawan Sexting

Pesatnya pengaruh perkembangan teknologi dan aneka ragam gadget mendorong untuk memanfaatkannya dengan benar. Namun, tak sedikit pula juga yang menyimpang dari perkembangan teknologi loh Sobat Bolpen seperti halnya dengan fenomena sexting. Sexting sendiri merupakan istilah yang dipakai untuk aktivitas mengirim atau mengunggah foto/video atau mengirim pesan teks yang mengandung konten seksual. Bahkan, banyak pemuda juga turut melakukan sexting entah untuk sekadar narsis maupun dengan pasanganya. Nah, sebenarnya seberapa besar sih fenomena sexting itu di Indonesia ?

Menurut seorang sosiolog UI, Dr. Ir. Fu Xie, Sexting sendiri tidak lepas dari perkembangan teknologi saat ini yang semakin murah dan canggih. Hal itu juga tidak lepas dari arus globalisasi yang mengarahkan pemuda untuk melihat fenoma di barat maupun negara ikon (Jepang, Korea) yang menyebabkan mengikisnya konsep moral pada pemuda saat ini. “Fenomena ini tak lepas dari perkembangan teknologi maupun arus globalisasi yang menimpa pemuda dimana pemuda secara hormonal mudah terstimulasi dengan konten seksual,” ungkap Fu Xie kepada Young Radar.

Beberapa orang yang melakukan sexting beralasan bahwa sexting sebagai tempat untuk memperoleh pengakuan dari orang lain melalui media sosial. Karena dengan melakukan hal tersebut, seseorang akan mudah memperoleh perhatian dari orang lain. Namun, tak sedikit pula yang merasa ketakutan bila fotonya disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab seperti rekayasa foto.

Untuk mencegah itu, peran keluarga dan teman dapat membantu pelaku sexting untuk berhenti dari hal tersebut. Menurut Kepala Biro Psikolog Rumah Cinta Bogor, Retno Lelyani Dewi, Keluarga harus memposisikan diri untuk tidak menyalahkan pelaku sexting, tetapi memahami penyebab terjadinya hal tersebut. Begitu juga dengan teman, teman harus dapat mengingatkan dan memberikan motivasi pelaku sexting untuk tidak mengulanginya lagi. “Keluarga dan teman bisa menjadi sarana pelaku sexting untunk tidak mengulangi kebiasaannya untuk sexting,” ungkapnya.
Kamis, 21 Januari 2016
Posted by Wira
Tag :

Igers Bogor, Fotografi dan Sosmed Jadi Satu

Berawal dari penyuka fotografi dan pengguna Instagram, lahir komunitas instagramers Bogor atau disingkat dengan Igers Bogor. Komunitas ini dibentuk sejak tanggal 27 September 2014 yang diperuntukkan untuk para pecinta Instagram yang sering mengabadikan momen tertentu.

“Komunitas ini hadir sebagai wadah pengguna Instagram di Bogor yang menyukai dunia fotografi maupun pengguna Instagram,” ungkap Jordy Christian Kurnianto Tanuwijaya.

Hingga saat ini, Igers Bogor keanggotaannya sudah mencapai 350 orang. Baik dari anak SMP sampai yang sudah bekerja. Kegiatan Igers Bogor sendiri meliputi Photowalk, yaitu sesi pergi bareng komunitas Igers Bogor untuk mengunjungi suatu tempat yang dapat dijadikan objek foto, baik di dalam kota maupun luar kota dengan tujuan untuk mengeksplor keunikan suatu daerah tersebut. Tak hanya disitu saja, Igers Bogor juga memiliki agenda World Wide Instameet yang sering diadakan setiap tahunnya. Pada kegiatan tersebut, seluruh pengguna Instagram sedunia saling bertemu untuk saling berkenalan dan photo hunting bersama.

Nah tentunya Sobat Muda penasaran bukan bagaimana cara bergabungnya ? caranya pun cukup mudah. Syaratnya adalah cukup ingin belajar dan punya passion di bidang fotografi. Jangan lupa juga untuk bergabung juga untuk mengisi form di bio Igers Bogor di Instagram.com/igersbogor. Buat Sobat Bolpen yang tertarik dengan dunia fotografi maupun pengguna aktif Instagram, komunitas ini bisa menjadi pilihan kamu untuk mencari komunitas fotografi.
Rabu, 20 Januari 2016
Posted by Wira
Tag :

Action Cam, Eksis Gak Pake Ribet

Sobat Muda senang berpetualang ? Suka selfie di tengah aktivitas ? Tapi ribet kalau pake kamera kayak biasanya ? Action cam bisa jadi pilihan Sobat Muda untuk mengabadikan kegiatan secara cepat tanpa ribet. Oiya ngomong-ngomong  action cam itu apa sih ? Sebenarnya seberapapentingnya sih pakai Action Cam itu ?

Action Cam (kamera aksi) atau yang dikenal dengan point of view (POV) camera merupakan sebuah kamera yang dirancang khusus untuk mengabadikan momen dari sudut, posisi ataupun kondisi yang hampir tidak mungkin bisa dilakukan dengan kamera biasa. Tak heran, banyak penyuka olahraga ekstrim kerap menggunakannya sebagai media perekam untuk mengabadikan berbagai momen yang berlangsung. Karena  banyaknya peminat Action Cam,  banyak vendor yang kemudian bermunculan untuk menarik penikmat olahraga ekstrim. Mulai dari Go Pro, JVC, Sony, Hingga Xio Mi.

Di tengah kondisi tersebut, penggunaan Action Cam memiliki pro dan kontra tersendiri. Denny Sumarna Putra, Mahasiswa IPB pegiat olahraga ekstrim, mengatakan bahwa penggunaan Action Cam lebih banyak keuntungannya dengan segala kelebihannya seperti ukurannya yang mudah dibawa dan praktis. Lain halnya dengan Sandy Anugerah, menggunakan Action Cam juga membuat orang lupa diri. Tak sedikit juga orang yang lupa keselematannya ketika menggunakan gadget yang praktis seperti halnya dengan Action Cam.


So Sobat Bolpen penggunaan Action Cam bisa menjadi pilihan yang menarik dan praktis untuk mengabadikan momen, tapi juga harus mementingkan keselamatan diri ya Sobat Bolpen ! 
Selasa, 19 Januari 2016
Posted by Wira
Tag :

Meme, Sentilan dan Humor

Sobat Bolpen, sudah tak asing bukan dengan meme. Hampir setiap hari, Sobat Muda bisa temukan meme melalui media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dll. Selain di media sosial, meme juga hadir di website tersendiri seperti halnya 9gag.com dan 1cak.com. Meme sendiri kadang berisi humor maupun “sentilan” terhadap berita yang sedang hangat dimasyarakat. Meski begitu, ternyata meme memberikan dampak kuat loh Sobat Bolpen dalam perubahan sosial dan penyampaian aspirasi di masyarakat.

Contohnya saja beberapa hari lalu sempat ramai di internet seputar hasil sidang kebakaran hutan dengan penggugat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terhadap PT Bumi Mekar Hijau (BMH) yang menuai kritik. Kritikan ini berupa keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang, yaitu Parlas Nababan, sebagai ketua majelis, yang menolak gugatan perdata senilai Rp 7,9 triliun  terkait kasus kebakaran hutan dan lahan di konsesi PT BMH pada tahun 2014. Parlas menilai bahwa kebakaran tak merusak lahan karena masih bisa ditanami lagi. Melihat itu, sejumlah netizen pun mengeluarkan “sentilan” melalui meme

Nia Elvina, seorang sosiolog Universitas Nasional, membenarkan meme sendiri dapat memberikan pengaruh yang kuat kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kelas menengah  ke atas. “Meme memang dapat menarik perhatian masyarakat, karena sebagian besar masyarakat cukup mudah menemukan meme di internet”, ungkapnya. Masyarakat tersebut sangat lah sering mengetahui perkembangan berita di media massa, karena sering berintarksi dengan internet. Inilah yang mendorong masyarakat untuk peduli dengan menyampaikan aspirasinya melalui meme. Penggunaan meme ini dirasa tepat mengingat meme sendiri lekat dengan visualisasi yang memudahkan orang dalam menerima informasi. Selain itu, setiap pesan yang disampaikanya juga disertai dengan lelucon yang unik.

Nia Elvina
Perlu diketahui Sobat Bolpen, Meme (biasa dibaca mim) sendiri merupakan ide, perilaku atau gaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain melalui internet. Meme sendiri tidak hanya berupa gambar, bisa berupa hyperlink, video, website, ataupun hashtag. Istilah meme sendiri berasal dari buku karya Richard Dawkins berjudul The Selfish Gene yang mengacu pada kreativitas manusia.

Nia berharap dengan adanya meme ini masyarakat maupun pemerintah dapat mengambil manfaatnya.  Masyarakat dapat lebih peduli terhadap perkembangan Indonesia. Sedangkan pemerintah dapat menfaatkan meme sebagai masukan aspirasi dari masyarakat untuk memperbaiki kinerja pemerintah. “Meme sendiri harus dimanfaatkan betul karena dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah." pungkasnya.
Senin, 18 Januari 2016
Posted by Wira
Tag :

Stand Up Indo Bogor, Asah Bakat Jadi Komika


Stand Up Indo Bogor sudah tidak asing bagi kalangan muda Bogor. Betapa tidak komunitas yang didirikan seiring tren Stand Up Comedy ini menjadi perwakilan komunitas Stand Up Indo di wilayah Bogor dan sekitarnya. Komunitas ini didirikan oleh Athaya Mubarok dan Rifki Mulyadi Gusti sejak 2011.

Awalnya komunitas ini terbentuk dari kegiatan bernama Bogor Rendezvous, sebuah acara anak muda yang menampilkan karya-karya seni dan dari acara itulah awalnya diadakan Stand Up Nite – Bogor yang menjadi cikal bakal komunitas Stand Up Indo Bogor, ujar Fajar Ramadhan, salah satu anggota Stand Up Indo Bogor.

Stand Up Indo Bogor memiliki 200 orang anggota yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, maupun yang sudah bekerja. Sebagian anggotanya juga sudah menjadi komika profesional seperti Jui Purwoto, Dzawin Nur, dan Dede Kendor. Komunitas ini juga telah memperoleh juara 3 dalam Liga Komunitas Stand Up (LKS) di salah satu stasiun Televisi Swasta di 2014, dengan mengirim tim yang terdiri dari Koide Namizo, Fajar Nugraha, Fajar Ramadhan, dan Bakriyadi.


Nah, buat Sobat Bolpen yang ingin bergabung dengan komunitas ini sangat mudah hanya dengan ikut Open Mic di depan umum dalam acara Open Mic Bogor yang diadakan di Resto Teras Corner setiap malam minggu mulai jam 18.30 . Setelah merasakan  Open Mic, barulah akan ditawarkan untuk bergabung dalam komunitas yang nantinya akan dilatih untuk menjadi seorang komika oleh anggota komunitas. Selain itu, Sobat Bolpen juga bisa memperoleh informasi lebih lengkapnya di website Standupbogor.com dan twitter @StandUpIndoBogor.
Minggu, 17 Januari 2016
Posted by Wira
Tag :

Pemuda Harus Mendukung Antikorupsi

Hari ini, tepat di tanggal 9 Desember, merupakan hari peringatan Antikorupsi Internasional yang telah diakui oleh Pemerintah Indonesia  sebagai hari peringatan Antikorupsi nasional sejak tahun 2004. Peringatan tersebut juga tak terlepas dari peran masyarakat dalam menjunjung antikorupsi hingga dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) No.5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Meski begitu, budaya korupsi di Indonesia masih saja kerap terjadi di masyarakat. Bahkan, pelemahan terhadap lembaga antikorupsi, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin kuat. Untuk itu, pemuda Indonesia justru semakin gencar mendukung lembaga antirasuah tersebut.
dok. Radar Bogor

“Kepedulian pemuda saat ini sangatlah tinggi, apalagi terhadap korupsi yang marak di Indonesia, ujar Hasbullah, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesi (KNPI) Kota Bogor.

Seperti diketahui sebelumnya, pelemahan yang terjadi terhadap KPK sangatlah masif, antara lain dengan upaya merevisi UU KPK yang dicurigai akan mereduksi wewenang lembaga antirasuah dalam memerangi korupsi. Upaya pelemahan juga diduga dilakukan melalui seleksi calon pimpinan KPK yang saat ini sedang berlangsung di Komisi III DPR. Komisi III beberapa waktu lalu terkesan mengulur-ulur proses seleksi dengan mempertanyakan hal-hal seperti mekanisme dan cara kerja Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, persyaraan calon yang dianggap memenuhi ketentuan UU, atau mempersoalkan ketiadaan unsur jaksa dalam daftar calon pimpinan KPK.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah komunitas seperti Komunitas Rumpun Indonesia (dilansir dari kpk.go.id) melakukan dukungan terhadap KPK dengan melakukan aksi sosial berupa pengumpulan cap telapak tangan. Pengumpulan cap telapak tangan tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus mengumpulkan komitmen masyarakat dalam melawan korupsi. Tak hanya di situ saja, beberapa hari lalu (5/12), sejumlah komunitas seni di Bandung melalui Pameran #SeniMelawanKorupsi di Gedung Gas Negara, juga ikut menyuarakan dukungannya dengan menularkan semangat antikorupsi melalui karya seni, seperti poster. Berbagai rupa poster dalam pameran tersebut bertujuan untuk membentuk kesadaran masyarakat tentang pentingnya melawan korupsi. Melihat reaksi masyarakat terhadap kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia, Hasbullah mengungkapkan bahwa pemuda saat ini sangatlah kritis. Banyaknya pemberitaan korupsi di media massa, justru mendorong pemuda untuk ambil andil dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.
Image result for hasbullah knpi
Hasbullah

Hasbullah berharap di tengah kondisi pelemahan KPK ini, pemuda dapat saling bahu-membahu untuk mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. Selain itu, pemuda juga dapat membantu penegak hukum untuk menyuarakan sekaligus menularkan antikorupsi kepada masyarakat melalui komunitas-komunitas.

 “Pemuda harus bahu-membahu untuk mendukung penegakan antikorupsi di Indonesia,” pungkasnya.
Rabu, 09 Desember 2015
Posted by Wira
Tag :

Pemuda Perlu Melek HIV/AIDS



Tepat setiap tanggal 1 Desember, seluruh warga dunia memperingati Hari AIDS. Momen ini mestinya jadi cambukan dan peringatan keras bagi semua kalangan masyarakat. Pasalnya, jumlah penderita AIDS terus meningkat. Di Kota Bogor sendiri, sebanyak 2.757 orang telah terjangkit oleh human immunodeficiency virus (HIV). Jumlah ini berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, terhitung hingga tahun 2015. Dari data tersebut, diketahui kebanyakan penderita didominasi anak muda usia 20 hingga 40-an. Rata-rata, penyebabnya karena penggunaan jarum suntik narkoba.


“Hati-hati, ya. Tiga sampai enam bulan pertama, HIV tidak dapat terdeteksi. Saat fase periode jendela tersebut, penderita tidak menunjukan gejala apapun. Terlihat sehat dan normal. Tapi, sudah dapat menularkan virus loh,” ungkap dr. Siti Robiah Mubarokah.
Barulah,  sekitar tiga sampai sepuluh tahun HIV positif sudah mulai dapat terdeteksi. Meski, tetap saja secara kasarmata tak ada gejala penyakit yang terlihat. Secepatnya, orang-orang yang sudah terindikasi HIV positif diberikan pengobatan rutin antretrovial (ARV) agar tak bergerak sampai stadium Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Sebab bila sudah masuk dalam stadium tersebut, dapat menyebabkan kematian. Bahkan, penderitanya hanya akan mampu bertahan selama dua tahun.
“Kita banyak melakukan sosialisasi dan pemeriksaan gratis di fase HIV positif. Ingin pengidap HIV positif ini bisa kembali menjalankan kehidupan normal, sehat, aktif, dan produktif,” lanjutnya yang akrab disapa dr Obin.
dr Siti Robiah
Dinas Kesehatan Kota Bogor, tambahnya. Juga rutin melakukan penyuluhan dan sosialisasi terutama untuk kalangan  muda, seperti SMP dan SMA. Tahun ini, mereka fokus menyosialisasikannya ke kampus-kampus di Bogor. Di antaranya ada Universitas Pakuan, Universitas Ibn Khaldun, Bina Bangsa, dan BSI. “ Penting menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS ke kalangan muda. Memang di usia ini, mereka harus paham mengenai AIDS. Supaya bisa melakukan pencegahan,” katanya.

Tak hanya itu, demi memaksimalkan program pencegahan, Dinkes Kota Bogor turut bekerja sama dengan komisi Penanggulangan AIDS (KPAD) dan beberapa LSM, seperti LSM Rumah Singgah Peka dan Rumah Lekas. Mereka melibatkan pemuda untuk melakukan penyuluhan. Pemuda-pemuda di lingkungan masyarakat pun, diakui dr Obin banyak yang tertarik menjadi relawan atau kader, perpanjangan tangan dinkes yang membantu mengatasi AIDS. Tugas mereka, rutin menggiatkan mobile vicity, mengajak penduduk sekitar untuk tes HIV.

“Pencagahan HIV di Kota Bogor sendiri sekarang sudah semakin baik. Pemeriksaan vicity test HIV/AIDS sudah bisa dilakukan di puskemas yang tersebar di Kota Bogor dan tidak dipungut biaya,” pungkasnya.
Sabtu, 05 Desember 2015
Posted by Wira
Tag :

Lain Kopi, Lain Kepribadian

      Sobat Bolpen tahu tidak kalau setiap orang yang memiliki kecenderungan minum pada jenis minuman kopi tertentu itu memiliki kepribadian yang berbeda loh ! Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa orang yang minum beberapa jenis kopi memiliki ciri-ciri yang sama. Contohnya saja orang yang memilih minum kopi tanpa kafein memiliki sifat obsesif dan pengendali. Lain halnya dengan orang yang memilih Latte, biasanya cenderung suka membantu orang lain.

       Merujuk pada buku You Are WHY You Eat: Change Your Food Attitude, Change Your Life.  Dr. Ramani Durvasula, seorang psikolog klinis,  melakukan penelitian ini terhadap 1.000 peminum kopi dan menilai sejumlah gaya kepribadian umum dan sifat-sifat psikologis. Mulai dari  sifat introvert dan ekstrovert, kesabaran, perfeksionis, kehangatan, kewaspadaan, kepekaan, serta keberanian sosial.

       Orang yang menyukai kopi hitam cenderung lebih lugu dan lebih memilih untuk menjaga hal-hal sederhana. Mereka lebih sabar dan lebih tahan terhadap perubahan. Sikap yang lebih tenang dan menjaga suasana hati, juga ditemukan pada peminum kopi hitam.
       Latte sendiri memiliki sosok pencari kenyamanan dan murah hati dengan waktu mereka. Mereka juga sering mengulur waktu mereka sendiri.
      Lain lagi dengan Orang-orang yang memesan kopi manis, atau minuman beku, misalnya frappuccino, terlihat lebih mengikuti tren dan menikmati mencoba banyak hal baru. Mereka dianggap lebih berani dalam hal sosial tetapi juga lebih sembrono. Pemesan minuman ekstra berbusa seperti cappuccino atau memilih kopi tanpa kafein lebih menikmati berada dalam kontrol dan sering perfeksionis. Mereka terlalu sensitif dan cenderung khawatir tetapi teliti dalam memantau kesehatan mereka. Ada pula peminum kopi instan menjadi orang yang paling santai. Tapi mereka juga miskin dengan rencana dan paling mungkin menunda-nunda sesuatu.
 
Selasa, 06 Oktober 2015
Posted by Wira
Tag :

Muhamad Isa Sumantapura, Creativepreneur yang Dilirik Negara Tetangga

Isa, begitulah panggilan akrab pemuda kelahiran Bogor, 31 Oktober 1989 ini. Tak disangka, salah satu karyanya kini tak asing di salah satu produk oleh-oleh khas Bogor, yaitu Talas Bogor Sangkuriang. Logo Talas Bogor Sangkuriang merupakan salah satu karyanya dari sekian banyak logo produk yang pernah dibuatnya. Mulai dari logo untuk produk makanan, resto, maupun pertanian. Tak hanya disitu saja, kini Isa tengah menggarap project komiknya yang ditawar oleh penerbit asal Jepang dan Malaysia berjudul Kshatriya Saga.

“Dulu sebelum suka nge-disain, saya sempat menjadi seorang komikus saat masih duduk di bangku sekolah,” ungkapnya yang juga merupakan founder dan lead designer Tetuka Studio.

Perjalanan Isa menjadi seorang komikus, mendorongnya untuk belajar lebih dalam mengenai dunia disain. Hingga akhirnya, ia saat di bangku kuliah memperdalamnya dengan belajar dan mulai menggarap disain untuk acara di kampusnya saat itu. Sesampainya di tingkat 4, Isa memantapkan 
dirinya untuk menjadi creativepreneur di bidang visual branding dan packaging.

Selama menjadi creativepreneur, Isa juga kerap mengalami kendala. Tak jarang disain yang dibuat suka diplagiasi oleh orang lain. “Setidaknya kalau disain milik kita diplagiasi oleh orang lain berarti disain kita bagus,” ungkapnya.

Meski usaha kreatif rawan plagiasi, Isa mengungkapkan usaha kreatif dapat menjadi lahan bisnis yang menguntungkan bagi anak muda. Karena menekuni usaha kreatif dapat menghasikan banyak uang yang sesuai dengan passion pribadi. “Kalau jadi creativepreneur, uang dapat hobi juga jalan,” pungkasnya. 
Senin, 21 September 2015
Posted by Wira
Tag :

Agrisocio, Dari Pemuda Untuk Petani Bogor

Beberapa desa di Bogor, salah satunya Desa Banteng, menjadi perhatian khusus bagi organisasi ini, Agrisocio. Agrisocio sendiri merupakan organisasi sosiol yang bergerak dalam bidang pertanian dengan menjalin kerja sama dengan kalangan pemuda dari mahasiswa. Agrisocio sendiri merupakan hasil dari buah pikir Alfi Irfan, yang juga menjadi CEO dan Founder organisasi ini.

“Kami, Agrisocio merupakan organisasi sosial yang bergerak dalam bidang pertanian dengan focus pada pemberdayaan keluarga petani,” ungkap Alfi, Alumnus Institut Pertanian Bogor angkatan 46.

Agrisocio ini dibentuk berawal dari hasil penelitian Alfi dan kawannya semasa kuliah tentang pertanian. Alfi dan kawannya melihat bahwa banyak desa di Indonesia yang terkendala dalam mengolah produk pertanian seperti teknologi, modal, dan pemasaran. Untuk itu, agrisocio hadir di masyarakat dengan memperdayakan keluarga petani, sepeti membuat lahar percontohan untuk bercocok tanam dan memperdayakan isteri petani dengan memproduksi  produk minuman rempah berlabel Indorempah.

Selain memperdayakan keluarga petani, Agrisocio juga kerap melakukan sosialisasi tentang pertanian di beberapa desa di Kabupaten Bogor. Agrisocio berharap dengan hadirnya organisasi ini, masyarakat awam dapat mengerti pertanian terkini yang dapat membantu petani dalam meningkatkan hasil tani melalui teknologi.

Nah buat Sobat Bolpen yang tertarik dengan Agrisocio bisa bergabung dengan datang di sekretariatnya di SEAFAST Center Lantai 1, Jalan Puspa No. 1, Kampus IPB Dramaga, Bogor. Selain itu, Sobat Bolpen juga bisa kepoin di www.agrisocio.com .
Minggu, 20 September 2015
Posted by Wira
Tag :

Prasangka

Pagi itu diriku tengah asik sendiri memainkan sebuah gadget di kamar. Ya, sebuah gadget yang lekat dengan logo robot berwarna hijau. Hampir setiap pagi aku berkutik memainkan game Clash of Clans sejenak sebelum beranjak bangun dari tempat tidur. Tiba-tiba terdengar gedoran dari luar kamarku. Perlahan pintu itu terbuka yang diikuti tengokan Ibu dai balik pintu.

“Wira bangun le… hari minggu kok masih ngebo aja di kamar”, ucap Ibuku dengan logat Jawanya yang khas.
“Iya Bu sebantar lima menit lagi bangun”, ucapku dengan malas.
“Ya ampun  le…libur-libur itu jangan tidur aja, bangun pagi dan kumpul dengan keluarga sambil sarapan.”
“Iya mama wira bangun deh, tapi Wira malas ma untuk bangun tidur.”
“kenapa le ? sepertinya ada yang Wira sembunyikan dari Ibu,” jawab Ibu penasaran.
“hmm tidak ada kok Bu.”

Aku pun segera bergegas lari ke kamar mandi untuk mandi pagi. Ibuku pun kemudian merapikan kasurku yang cukup berantakan sembari mengganti seprei yang lama tidak kuganti selama beberapa minggu. Memang, aku orang yang cukup malas untuk soal bersih-bersih. Sebenarnya aku memang sedang menyembunyikan sesuatu dari ibu. Pertengkaranku dengan Ayah semalam masih terbesit diingatanku dengan jelas. Ingatanku yang jelas bagaimana Ayahku memarahiku dengan intonasi yang tinggi dan kasar. Aku pun menghela nafas sejenak agar dapat melupakan ingatan yang sangat seram itu dan lekas mandi.

“Loh ibu masih di kamar toh,” kagetku melihat ibu yang masih berada di kamarku.
“Sini le Ibu mau bicara sebentar,” ibu melambai ke arahku untuk mendekat.
“Kamu ada apa to le ? tampaknya kamu trauma ya dengan Ayah semalam ? Sini coba ceritakan dengan Ibu.”

Mendengar suara Ibu yang lirih itu, membuatku akhirnya menceritakan isi kepalaku tentang pertengkaran dengan ayah semalam.

“Ibu, sejak pertengkaran semalam dengan ayah tentang rencana studiku ke Sri Lanka aku menjadi tidak semangat sekali, rasanya ayah tidak mendukungku Bu” ungkapku terus terang.
“Kamu memang kurang hati-hati ya le kalau memutuskan sesuatu. Masa kamu tidak mengerti maksud ayah sih le.”
“Tapi kan ma, kalau memang peluangnya besar kenapa tidak dicoba.”
“Rencana studimu ke luar negeri itu adalah langkah yang bagus loh le. Ayahmu sangat mendukung itu.”

Mendengar itu dari ibu, aku sedikit tersenyum bahwa diriku didukung untuk studi ke luar negeri.

“Tapi le…tidak cuma peluang keterima saja yang kamu pertimbangkan. Kamu kan juga harus mempertimbangkan finansial, kurikulum, dan kuliah yang kamu sedang jalani di semester 5 ini.”

Setelah mendengar itu, hatiku terenyuh dan tak menyangka bahwa keputusanku memang ada yang salah. Aku pun terdiam sembari mendengarkan nasehat Ibu yang dengan sabar memberikan penjelasan kepadaku.

“Asal kamu tahu ya le Ayahmu memang keras, tapi itu demi kebaikanmu Wira. Ayahmu sangat sayang sekali kepadamu makanya Ayahmu tidak ingin kamu menyesal di kemudian hari dengan keputusanmu yang terburu-buru,” Ibuku sambil mengelus kepalaku.
“Le ibu tahu kamu masih takut dengan ayah karna kerasnya. Tapi ingat, ayah peduli dengan pendidikanmu dan tidak ingin kamu menjadi orang gagal.”

Aku pun akhirnya menyadari bahwa diriku terburu-buru mengambil keputusan. Di dalam hatiku, aku memang salah akan keputusan ini. Seharusnya, aku mempertimbangkan dengan matang terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu.  Aku menyadari bahwa seburuk-buruknya orang tua, mereka tetaplah orang tua kita, yang di dalam hati kecilnya selalu menyayangi anaknya agar tidak menjadi orang yang gagal. Terima Kasih Ayah Ibu. Aku sangat menyayangimu.
Sabtu, 19 September 2015
Posted by Wira
Tag :

Uang Elektronik Serbabisa

Pesatnya perkembangan dunia teknologi membuat semua pola hidup masyarakat berubah, begitu pula yang terjadi dengan hadirnya uang elektronik atau e-money. Hadirnya e-money ternyata disambut baik oleh masyarakat. Namun, tak sedikit juga orang masih menggunakan uang konvensional pada umumnya. Nah, apa sih sebenarnya e-money ?

Menurut Bank Indonesia, e-money merupakan segala jenis uang tersimpan di sebuah sistem seperti server atau chip. Pada dasarnya, e-money merupakan uang konvensional yang bentuknya berupa elektronik. Karena sifatnya elektronik, e-money lebih praktis dan mudah digunakan. Pengisian saldonya pun cukup mudah, bisa melalui ATM ataupun minimarket. Sayangnya, e-money juga memiliki kekurangan tersendiri, seperti keamanan e-money yang pada dasarnya tidak menggunakan PIN seperti kartu ATM. Adanya kekurangan dan kelebihan ini, juga dirasakan oleh Sobat Bolpen, Anta Rizky dan Anis Khairunnisa, saat menggunakan e-money.

Anta (20) mengungkapkan, penggunaan e-money memudahkan dirinya dalam bertransaksi karena tak perlu membawa uang banyak. "Kadang kalau untuk transaksi dengan nominal cukup besar kan repot. Kalau bawa e-money kan jadi lebih praktis," ungkapnya.

Lain halnya dengan Anis (20), dirinya justru kurang setuju dengan penggunaa e-money. Pasalnya, e-money sendiri kurang aman dalam penyimpanan uang dan penerapannya di Indonesia masih  belum merata. "E-money sendiri kan beda banget sama kartu ATM karena tidak memiliki nomor PIN dan rawan digunakan oleh orang tak bertanggung jawab. Selain itu, di Indonesia sendiri baru sebagian saja yang menerapkan e-money dan lebih baik menggunakan uang konvensional saja," ungkapnya.

Nah, itu dia Sobat Bolpen tentang e-money yang sebagian besar sudah mulai digunakan oleh sebagian besar sudah mulai digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk kawula muda. Sudah siap untuk beralih ke e-money ?
Jumat, 18 September 2015
Posted by Wira

Wing Chun, Seni Beladiri Ala IP Man


Buat Sobat Bolpen mungkin tidak asing dengan film Ip Man. Salah satu film produksi Cina ini merupakan salah satu film yang mengangkat tentang seni beladiri pertarungan jarak dekat bernama Wing Chun. Berkat film tersebut, salah satu cabang Kung Fu ini menjadi terkenal di Indonesia. Bahkan, orang Indonesia tertarik untuk mendirikan pelatihan untuk seni beladiri ini, salah satunya adalah Julius Khang. Salah satu tempat latihannya terdapat di Jalan Pamoyanan Sari No.2, Bogor Selatan. Pelatihan Wingchun sendiri baru ada di Bogor sejak 2007. Untuk di Bogor, pelatihan Wing Chun dilakukan oleh Komunitas Kung Fu Harimau Besi.

Wing Chun sendiri merupakan salah satu cabang kung fu dengan konsep pertarungan jarak dekat. Wing Chun secara bahasa berarti “nyanyian musim semi yang indah”. Bentuk beladiri ini merupakan kombinasi pergulatan dalam pertarungan jarak dekat. Adapun khas dari seni beladiri ini berupa gerakan yang khusus untuk pertarungan jarak dekat, pukulan yang cepat, dan tendangan dengan pertahanan yang ketat. Gerakan Wing Chun sendiri terdiri dari tendangan, tangkisan, serangan beruntun, tinju, dan mengunci.

Wing Chun sendiri sebenarnya seni beladiri untuk perlindungan diri. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk mempelajari teknik menyerang. Wing Chun sendiri sangat bermanfaat bagi penggunanya dalam menghalau serangan musuh, terutama dengan orang yang memiliki kendala fisik seperti kurang tinggi, perempuan, maupun ibu  hamil. Nah, buat Sobat Muda yang tertarik dengan seni beladiri, Wing Chun bisa menjadi alternatif buat kawula muda nih. Selamat mencoba ya Sobat Bolpen !
Kamis, 17 September 2015
Posted by Wira
Tag :

Dzawin Nur Ikram, Hobi Yang Jadi Profesi

Sobat Muda mungkin sudah tak asing lagi dengan komika Bogor yang satu ini, Dzawin Nur Ikram. Pemuda yang identitik dengan kacamatanya ini merupakan pemenang juara 3 dalam Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Season 4 di salah satu televisi swasta.

“Dulu ikut seleksi SUCI 4 di Bandung seneng banget sampai akhirnya bisa lolos dan sekarang jadi juara 3”, ujar pemuda yang saat ini berkuliah di UIN Jakarta.

Awalnya Dzawin terjun menjadi komika karena kebiasaannya yang sejak SD hobi dengan lelucon dan humor. “Waktu masih sekolah dulu suka banget kumpul sama teman-teman dan hobi banget keburukan teman jadi bahan buat ejekan”, ungkap Dzawin penuh tawa.

Dari hobi ini, Dzawin memberanikan diri untuk open mic  ketika kuliah. Dzawin pun menerima undangan dari beberapa fakultas untuk mengisi acara hiburan untuk Stand Up Comedy. Respon panggung pada open mic perdana itu memperoleh respon yang positif dan mendorong Dzawin untuk memperdalam kemampuannya dalam public speaking.  Dzawin kemudian bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Bogor atas saran dari teman-temannya. Dzawin kemudian memberanikan diri untuk mengikuti audisi SUCI 4 di Bandung tahun 2014.

Hingga sekarang, Dzawin masih tampil untuk open mic di beberapa stasiun tv swasta maupun mengisi acara di beberapa tempat di Indonesia. Dzawin menambahkan untuk menjadi seorang komika dibutuhkan usaha yang banyak untuk memperoeh hasil yang baik. Apalagi, dalam membuat materi  Stand Up perlu dibuat sedemikian rupa agar hasilnya bagus ketika open mic
Rabu, 16 September 2015
Posted by Wira
Tag :

Gadget Bekas, Why Not

Sejak nilai Rupiah meroket hingga Rp 14040 per Dollar Amerika, Ekonomi Indonesia mengalami kenaikan harga, tak terkecuali dengan barang elektronik, khususnya gadget. Sobat Muda tentu merasa bimbang dengan kondisi ini karena keinginan untuk memiliki gadget baru dan canggih harus tertunda akibat naiknya harga. Tapi, Sobat Bolpen tak perlu khawatir karena membeli gadget second bisa menjadi solusi Sobat Muda untuk memiliki gadget Hightech dengan harga yang terjangkau. Tentu saja, membeli gadget second diperlukan tips agar suatu saat tidak menyesal dikemudian hari. Nah, apa saja sih tipsnya ?

1. Belilah yang Sesuai dengan Kebutuhan
Harga murah memanglah sangat menggiurkan. Cobalah untuk mempertimbangkan terlebih dahulu sejauh mana barang tersebut dibutuhkan agar tidak menghabiskan uang secara sia-sia.

2. Mensurvey Tempat Membeli
Tempat membeli bisa menjadi patokan Sobat Muda dalam bertransaksi gadget second. Bisa dengan mengunjungi sebuah pusat elektronik langsung ataupun melalui situs onlineshop. Tapi ingat, saat bertransaksi melalui onlineshop usahakan untuk dapat bertemu langsung dengan pembeli atau menggunakan situs onlineshop ternama yang terpercaya.

3. Menjajal Barang yang Dibeli
Setelah bertemu dengan pembeli jangan lupa untuk mengecek barang yang akan dibeli. Tanyakan sejauh mana kondisi barang tersebut digunakan maupun cara penggunaan barang tersebut. Jangan lupa pula dengan asesoris yang disematkan bersama gadget tersebut karena dapat mendukung Sobat Muda dalam menikmati barang tersebut.

4. Cobalah untuk Menawar
Menawar harga bisa menjadi keuntungan bagi Sobat Bolpen untuk memperoleh gadget second. Pendekatan kepada penjual sangatlah disarankan untuk memperoleh harga yang murah. Agar mudah dalam menawar, bagi Sobat Bolpen laki-laki bisa melakukan pendakatan dengan penjual perempuan ataupun sebaliknya. Dengan begitu, pendekatan penjual-pembeli akan mudah terciptanya komunikasi dengan lawan bicara.

Nah, itu dia Sobat Bolpen mengenai tips membeli gadget second yang didasarkan pada survey langsung dengan penjual gadget di Plaza Jambu Dua dan Mall BTM, maupun pengalaman pribadi penulis bertransaksi gadget second. So, 
buat Sobat Bolpen yang ingin memiliki gadget second tak perlu takut lagi selagi cermat dalam membeli.
Senin, 14 September 2015
Posted by Wira
Tag :

Alfi Irfan, Entrepreneur Muda Pertanian


Punya keinginan besar untuk mengembangkan pertanian, membuat Alfi Irfan tertarik untuk membuat AgriSocio. Alfi, sapaanya merupakan pendiri dan CEO social enterprise ini. Dirinya telah mendirikan AgriSocio sejak Oktober 2013 bersama beberapa rekannya semasa kuliah.
“AgriSocio ini adalah perusahaan profit yang bergerak dalam pengembangan pertanian”, ujar Alfi, Alumni Institut Pertanian Bogor angkatan 46.


Awalnya, ide AgriSocio ini merupakan hasil penilitiannya ketika masih kuliah tentang kewirausahaan bahwa Indonesia memiliki pengusaha kurang dari dua puluh persen. Selain itu, lebih dari 72.00 desa di Indonesia memiliki potensi pertanian. Sayangnya, banyak dari desa tersebut mengalami kendala dalam mengolah produk pertanian seperti teknologi, modal, dan pemasaran.


Ini lah yang mendorong Alfi untuk menjadi pengusaha dengan memperdayakan petani, mengembangkan kawasan desa, dan menghasilkan produk berbasis kearifan lokal. Alfi kemudian memulai pengembangan di Desa Benteng, Bogor dengan membuat lahan percontohan untuk bercocok tanam kepada petani dan memberikan edukasi kepada para petani di desa tersebut. Selain itu, Alfi juga memperdayakan para isteri petani dengan memproduksi produk minuman rempah berlabel Indorempah.


Alhasil, prestasi nasional dan internasional pun diraihnya dari pengembangan desa yang digarapnya seperti, Award Social Entrepreneurship dari Kementrian Perdagangan, The Best Team dalam Danone Young Social Entrepreneur, The Best Audition Social Entrepreneurship dari Jokana Foundation, hadiah S$ 10.000 dari Singapore International Foundation dalam ajang Young Social Entrepreneurs dan masih banyak lagi.


Alfi menambahkan semua prestasi tersebut tidak lah diperoleh dengan mudah. Dibutuhkan usaha dan kerjakeras untuk meraihnya. Oleh karena itu, Sobat Muda harus memanfaatkan waktu yang dimiliki karena sangat berharga dan tulislah mimpi yang ingin dicapai agar semakin terpacu untuk bekerja keras.




Sabtu, 12 September 2015
Posted by Wira
Tag :

Popular Post

Instagram
Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Bolpen Bolpenan -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -