Perlahan-lahan Bangkitkan Literasi
| Potret Anak-anak lingkungan Pos Pintar |
Mengacu pada data UNESCO yang dirilis pada 2012, indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya mencapai 0,001. Di antara 1.000 orang Indonesia, hanya satu orang yang memiliki minat baca. Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan negara maju di Eropa. Sebagai contoh, anak-anak di negara maju mampu membaca dua buku dalam sebulan. Jangankan membaca dua buku dalam sebulan, membaca satu buku dalam sebulan saja tidak pernah.
Presiden Pos Pintar, Yusuf Sofyan (24), mengungkapkan pendirian Pos Pintar tersebut merupakan dorongan diri dan teman-temannya dari Karang Taruna Pancawarna terhadap minat baca masyarakat saat ini. "Jadi lewat pos ini jadi langkah kami mendorong kaum muda dan warga sekitar untuk menumbuhkan semangat membaca buku. Apalagi, masih ada pula sebagian penduduk sekitar yang masih buta huruf. Pos Pintar inilah jadi salah satu tempat di Bogor untuk menghidup semangat literasi,” ujarnya.
![]() |
| Wayang Kardus, salah satu kegiatan yang ada di Pos Pintar |
Wakil Presiden Pos Pintar, Firmansyah (21), juga menceritakan Pos Pintar yang mulanya pos Kamling ini kerap mengalami kendala buku bacaan sumbangan swadaya dari masyarakat sekitar tidak semuanya dapat dibaca oleh anak-anak, karena bahan bacaan untuk anak-anak harus benar-benar mendidik. “Saat ini baru ada sekitar 1000-an buku yang layak dibaca oleh anak-anak dari 2000-an buku yang masuk ke Pos Pintar. Tentunya, kami menerima siapapun yang mau menyumbangkan buku bacaan untuk taman bacaan,” ujar pemuda yang kerap disapa.
Lanjut Ucup -sapaan Yusuf Sofyan- menjelaskan sejak didirikan pada April lalu, antusias dari warga Kampung Al Busyro maupun masyarakat luar, semakin memberikan respon yang positif terhadap berdirinya Pos Pintar. Mulai dari banyaknya sumbangan buku, aksi menghias lingkungan Pos Pintar, hingga di undang makan bersama oleh Presiden Jokowi pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di Istana Negara, Jakarta. “Kami dari Pos Pintar sempat diundang oleh Pak Jokowi untuk makan bersama di Istana Negara, bersama para pegiat literasi dari berbagi wilayah di Indonesia. Disitu kami saling sharing dengan bapak presiden maupun dengan para pegiat literasi lainnya. Alhamdullillah, Pos Pintar memperoleh bantuan 10.000 buku dari Pak Jokowi yang akan diberikan secara berkala,” kenangnya.
Salah satu warga sekitar pengguna Pos Pintar, Husein Bachtiar (19) mengungkapkan hadirnya Pos Pintar ini semoga kedepannya bisa berkembang lebih besar lagi karna bermanfaat bagi siapapun. “Pos Pintar ini pagi sampai malam pun pasti ada yang berkunjung untuk sekedar baca buku. Saya dan anak-anak misalnya baca pas pagi sampai siang. Sore dan malam biasanya Pos Pintar diisi oleh bapak-bapak maupun ibu-ibu. Karna itulah manfaatnya mulai dirasakan perlahan-lahan. Yang mulanya nggak suka baca, Pos Pintar jadi semangat kami untuk suka baca,” ungkapnya.
![]() |
| Potret anak-anak saat pementasan Wayang Pintar |
Medsos Hadang Terorisme
Bebarapa hari lalu, media massa
sempat digemparkan dengan peristiwa peledakan bom yang berada di Jalan M.H.
Thamrin, tepatnya di sekitar kompleks pertokoan Sarinah, Jakarta Pusat. 31
orang turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Peristiwa ini juga menjadi perhatian netizen di dunia maya, khususnya pemuda.
Reaksinya pun bermacam dari peristiwa tersebut. Mulai dari terkejut, kemudian
doa dan harapan, serta berujung pada banyolan. Sejumlah netizen banyak yang
beranggapan bahwa teror telah gagal
total. tetapi, rasa takut dan terteror masyarakat masih tetap ada.
Seperti yang diungkapkan oleh
Paulus Wirutomo, Guru Besar Sosiolog Universitas Indonesia, bahwa rasa takut
dan terteror masyarakat tetap ada, tetapi kemudian cepat menghilang dan
kebanyakan reaksi tersebut justru berubah menjadi humor.
“Trauma masyarakat cepat hilang,
karena terpengaruh budaya baru terkait dengan media sosial,” ungkap Paulus
Perkembangan media sosial yang
ada di masyarakat justru meredakan ketakutan tersebut dengan adanya berbagai
macam reaksi. Mulai dari hashtag yang menggugah semangat dengan #WeAreNotAfraid, #KamiTidakTakut,
#PrayForJakarta, maupun yang berbau humor #KamiNaksir. Adapula ragam meme turut meramaikan media sosial yang mengundang
gelak tawa tersendiri. Baik yang terkait dengan aksi terorisme maupun plesetan
dari hashtag tersebut.
Meski begitu, Paulus berharap reaksi netizen
tersebut tidak hanya berhenti hanya sampai pada candaan saja. Setidaknya, mulai
membangun sistem kewaspadaan untuk menanggulangin masalah-masalah seperti itu
dengan bantuan teknologi. Selain itu, peristiwa tersebut juga dapat menjadi
pengingat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia bahwa terorisme
dapat terjadi kapanpun dan dimanapun.
Branding Image, Pemuda dan Era Digital
Sobat Bolpen tahu tidak kalau branding
image itu sangat penting loh di tengah era digital saat ini ! Apalagi pemuda
juga bisa terlibat dalam branding image ini. Sebenarnya apa sih branding image
itu ?
| Irvan Indrayana |
Irvan Indrayana, seorang Digital Branding Strategist, mengungkapkan Branding Image
sendiri merupakan persepsi customer mengenai suatu brand yang dimiliki atau
ditawarkan. Branding Image sendiri tersebut bertujuan untuk membentuk citra
tertentu di masyarakat terhadap suatu produk atau jasa yang ditawarkan. Tak
heran, banyak industri maupun profesional menerapkan branding image ini. Ini
dikarenakan branding image sangat penting dalam mengembangkan sebuah brand
dalam jangka panjang. Selain itu, branding image juga mampu menjalin
hubungan emosional antara penyedia jasa
(profesional) dengan pelanggannya.
Agar tercapainya tujuan branding image
ini, banyak branding strategist memanfaatkan pemuda sebagai sarananya. Para branding strategist ini mengamati bahwa banyak pemuda yang cukup
sering menggunakan gadget di tengah
perkembangan era digital seperti media sosial. Untuk itu, mereka memanfaatkan
internet yang diintegrasikan dengan media sosial untuk menarik minat para
pengguna gadget terhadap suatu produk
atau jasa yang ditawarkan.
“Sebagai
contoh, para pemuda saat ini memiliki kebiasaan mempublikasi
kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan. Ketika sedang makan, jalan-jalan, atau
kegiatan apapun melalui path,
facebook, twitter, atau instagram. Setelah itu teman-temannya
komentar, kemudian dibalas lagi. Jika hal ini dilakukan dengan
mencantumkan kata Bogor dan melibatkan Bogor di dalamnya, maka tanpa
disadari dan secara tidak langsung dapat membawa dampak terhadap
keseluruhan brand Kota
Bogor”, pungkasnya.
Gadget Rawan Sexting
Pesatnya pengaruh
perkembangan teknologi dan aneka ragam gadget mendorong untuk memanfaatkannya
dengan benar. Namun, tak sedikit pula juga yang menyimpang dari perkembangan
teknologi loh Sobat Bolpen seperti halnya dengan fenomena sexting. Sexting
sendiri merupakan istilah yang dipakai untuk aktivitas mengirim atau mengunggah
foto/video atau mengirim pesan teks yang mengandung konten seksual. Bahkan,
banyak pemuda juga turut melakukan sexting entah untuk sekadar narsis maupun
dengan pasanganya. Nah, sebenarnya seberapa besar sih fenomena sexting itu di
Indonesia ?
Menurut seorang
sosiolog UI, Dr. Ir. Fu Xie, Sexting sendiri tidak lepas dari perkembangan
teknologi saat ini yang semakin murah dan canggih. Hal itu juga tidak lepas
dari arus globalisasi yang mengarahkan pemuda untuk melihat fenoma di barat
maupun negara ikon (Jepang, Korea) yang menyebabkan mengikisnya konsep moral
pada pemuda saat ini. “Fenomena ini tak lepas dari perkembangan teknologi
maupun arus globalisasi yang menimpa pemuda dimana pemuda secara hormonal mudah
terstimulasi dengan konten seksual,” ungkap Fu Xie kepada Young Radar.
Beberapa orang
yang melakukan sexting beralasan bahwa sexting sebagai tempat untuk memperoleh
pengakuan dari orang lain melalui media sosial. Karena dengan melakukan hal
tersebut, seseorang akan mudah memperoleh perhatian dari orang lain. Namun, tak
sedikit pula yang merasa ketakutan bila fotonya disalahgunakan oleh orang yang
tidak bertanggung jawab seperti rekayasa foto.
Untuk mencegah itu, peran
keluarga dan teman dapat membantu pelaku sexting untuk berhenti dari hal
tersebut. Menurut Kepala Biro Psikolog Rumah Cinta Bogor, Retno Lelyani Dewi,
Keluarga harus memposisikan diri untuk tidak menyalahkan pelaku sexting, tetapi
memahami penyebab terjadinya hal tersebut. Begitu juga dengan teman, teman
harus dapat mengingatkan dan memberikan motivasi pelaku sexting untuk tidak
mengulanginya lagi. “Keluarga dan teman bisa menjadi sarana pelaku sexting
untunk tidak mengulangi kebiasaannya untuk sexting,” ungkapnya.
Igers Bogor, Fotografi dan Sosmed Jadi Satu
Berawal dari penyuka fotografi dan pengguna
Instagram, lahir komunitas instagramers Bogor atau disingkat dengan Igers
Bogor. Komunitas ini dibentuk sejak tanggal 27 September 2014 yang diperuntukkan
untuk para pecinta Instagram yang sering mengabadikan momen tertentu.
“Komunitas ini hadir sebagai wadah pengguna
Instagram di Bogor yang menyukai dunia fotografi maupun pengguna Instagram,”
ungkap Jordy Christian Kurnianto Tanuwijaya.
Hingga saat ini, Igers Bogor keanggotaannya
sudah mencapai 350 orang. Baik dari anak SMP sampai yang sudah bekerja.
Kegiatan Igers Bogor sendiri meliputi Photowalk, yaitu sesi pergi bareng
komunitas Igers Bogor untuk mengunjungi suatu tempat yang dapat dijadikan objek
foto, baik di dalam kota maupun luar kota dengan tujuan untuk mengeksplor
keunikan suatu daerah tersebut. Tak hanya disitu saja, Igers Bogor juga
memiliki agenda World Wide Instameet yang sering diadakan setiap tahunnya. Pada kegiatan
tersebut, seluruh pengguna Instagram sedunia saling bertemu untuk saling
berkenalan dan photo hunting bersama.
Nah tentunya Sobat Muda penasaran bukan
bagaimana cara bergabungnya ? caranya pun cukup mudah. Syaratnya adalah cukup
ingin belajar dan punya passion di bidang fotografi. Jangan lupa juga untuk
bergabung juga untuk mengisi form di bio Igers Bogor di
Instagram.com/igersbogor. Buat Sobat Bolpen yang tertarik dengan dunia fotografi
maupun pengguna aktif Instagram, komunitas ini bisa menjadi pilihan kamu untuk
mencari komunitas fotografi.
Action Cam, Eksis Gak Pake Ribet
Sobat Muda senang berpetualang ? Suka
selfie di tengah aktivitas ? Tapi ribet kalau pake kamera kayak biasanya ?
Action cam bisa jadi pilihan Sobat Muda untuk mengabadikan kegiatan secara
cepat tanpa ribet. Oiya ngomong-ngomong action cam itu apa sih ? Sebenarnya
seberapapentingnya sih pakai Action Cam itu ?
Action Cam (kamera aksi) atau yang
dikenal dengan point of view (POV) camera merupakan sebuah kamera yang
dirancang khusus untuk mengabadikan momen dari sudut, posisi ataupun kondisi
yang hampir tidak mungkin bisa dilakukan dengan kamera biasa. Tak heran, banyak
penyuka olahraga ekstrim kerap menggunakannya sebagai media perekam untuk
mengabadikan berbagai momen yang berlangsung. Karena banyaknya peminat Action Cam, banyak vendor yang kemudian bermunculan untuk
menarik penikmat olahraga ekstrim. Mulai dari Go Pro, JVC, Sony, Hingga Xio Mi.
Di tengah kondisi tersebut, penggunaan
Action Cam memiliki pro dan kontra tersendiri. Denny Sumarna Putra, Mahasiswa
IPB pegiat olahraga ekstrim, mengatakan bahwa penggunaan Action Cam lebih
banyak keuntungannya dengan segala kelebihannya seperti ukurannya yang mudah
dibawa dan praktis. Lain halnya dengan Sandy Anugerah, menggunakan Action Cam
juga membuat orang lupa diri. Tak sedikit juga orang yang lupa keselematannya
ketika menggunakan gadget yang praktis seperti halnya dengan Action Cam.
So Sobat Bolpen penggunaan
Action Cam bisa menjadi pilihan yang menarik dan praktis untuk mengabadikan
momen, tapi juga harus mementingkan keselamatan diri ya Sobat Bolpen !
Meme, Sentilan dan Humor
Sobat Bolpen, sudah tak asing
bukan dengan meme. Hampir setiap hari, Sobat Muda bisa temukan meme melalui
media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dll. Selain di media sosial,
meme juga hadir di website tersendiri seperti halnya 9gag.com dan 1cak.com.
Meme sendiri kadang berisi humor maupun “sentilan” terhadap berita yang sedang
hangat dimasyarakat. Meski begitu, ternyata meme memberikan dampak kuat loh
Sobat Bolpen dalam perubahan sosial dan penyampaian aspirasi di masyarakat.
Contohnya saja beberapa hari
lalu sempat ramai di internet seputar hasil sidang kebakaran hutan dengan
penggugat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terhadap PT Bumi
Mekar Hijau (BMH) yang menuai kritik. Kritikan ini berupa keputusan majelis
hakim Pengadilan Negeri Palembang, yaitu Parlas Nababan, sebagai ketua majelis,
yang menolak gugatan perdata senilai Rp 7,9 triliun terkait kasus kebakaran hutan dan lahan di
konsesi PT BMH pada tahun 2014. Parlas menilai bahwa kebakaran tak merusak
lahan karena masih bisa ditanami lagi. Melihat itu, sejumlah netizen pun
mengeluarkan “sentilan” melalui meme
Nia Elvina, seorang sosiolog
Universitas Nasional, membenarkan meme sendiri dapat memberikan pengaruh yang
kuat kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kelas menengah ke atas. “Meme memang dapat menarik perhatian
masyarakat, karena sebagian besar masyarakat cukup mudah menemukan meme di
internet”, ungkapnya. Masyarakat tersebut sangat lah sering mengetahui
perkembangan berita di media massa, karena sering berintarksi dengan internet. Inilah
yang mendorong masyarakat untuk peduli dengan menyampaikan aspirasinya melalui
meme. Penggunaan meme ini dirasa tepat mengingat meme sendiri lekat dengan
visualisasi yang memudahkan orang dalam menerima informasi. Selain itu, setiap
pesan yang disampaikanya juga disertai dengan lelucon yang unik.![]() |
| Nia Elvina |
Perlu diketahui Sobat Bolpen, Meme
(biasa dibaca mim) sendiri merupakan ide, perilaku atau gaya yang menyebar dari
satu orang ke orang lain melalui internet. Meme sendiri tidak hanya berupa
gambar, bisa berupa hyperlink, video,
website, ataupun hashtag. Istilah meme sendiri berasal dari buku karya Richard
Dawkins berjudul The Selfish Gene
yang mengacu pada kreativitas manusia.
Nia berharap dengan
adanya meme ini masyarakat maupun pemerintah dapat mengambil manfaatnya. Masyarakat dapat lebih peduli terhadap
perkembangan Indonesia. Sedangkan pemerintah dapat menfaatkan meme sebagai
masukan aspirasi dari masyarakat untuk memperbaiki kinerja pemerintah. “Meme
sendiri harus dimanfaatkan betul karena dapat memberikan manfaat bagi
masyarakat maupun pemerintah." pungkasnya.
Stand Up Indo Bogor, Asah Bakat Jadi Komika
Stand Up Indo Bogor sudah tidak asing bagi
kalangan muda Bogor. Betapa tidak komunitas yang didirikan seiring tren Stand Up Comedy ini menjadi perwakilan
komunitas Stand Up Indo di wilayah Bogor dan sekitarnya. Komunitas ini
didirikan oleh Athaya Mubarok dan Rifki Mulyadi Gusti sejak 2011.
Awalnya komunitas ini terbentuk dari kegiatan
bernama Bogor Rendezvous, sebuah
acara anak muda yang menampilkan karya-karya seni dan dari acara itulah awalnya
diadakan Stand Up Nite – Bogor yang menjadi cikal bakal komunitas Stand Up Indo
Bogor, ujar Fajar Ramadhan, salah satu anggota Stand Up Indo Bogor.
Stand Up Indo Bogor memiliki 200 orang
anggota yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, maupun yang sudah bekerja. Sebagian
anggotanya juga sudah menjadi komika profesional seperti Jui Purwoto, Dzawin
Nur, dan Dede Kendor. Komunitas ini juga telah memperoleh juara 3 dalam Liga
Komunitas Stand Up (LKS) di salah satu stasiun Televisi Swasta di 2014, dengan
mengirim tim yang terdiri dari Koide Namizo, Fajar Nugraha, Fajar Ramadhan, dan
Bakriyadi.
Nah, buat Sobat Bolpen yang ingin bergabung dengan komunitas
ini sangat mudah hanya dengan ikut Open Mic di depan umum dalam acara Open Mic
Bogor yang diadakan di Resto
Teras Corner setiap malam minggu mulai jam 18.30 .
Setelah merasakan Open Mic, barulah akan
ditawarkan untuk bergabung dalam komunitas yang nantinya akan dilatih untuk
menjadi seorang komika oleh anggota komunitas. Selain itu, Sobat Bolpen juga bisa
memperoleh informasi lebih lengkapnya di website Standupbogor.com dan twitter
@StandUpIndoBogor.
Pemuda Harus Mendukung Antikorupsi
Hari
ini, tepat di tanggal 9 Desember, merupakan hari peringatan Antikorupsi
Internasional yang telah diakui oleh Pemerintah Indonesia sebagai hari peringatan Antikorupsi nasional
sejak tahun 2004. Peringatan tersebut juga tak terlepas dari peran masyarakat
dalam menjunjung antikorupsi hingga dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres)
No.5 Tahun 2004 Tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Meski begitu, budaya
korupsi di Indonesia masih saja kerap terjadi di masyarakat. Bahkan,
pelemahan terhadap lembaga antikorupsi, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) semakin kuat. Untuk itu, pemuda Indonesia justru semakin gencar mendukung
lembaga antirasuah tersebut.
![]() |
| dok. Radar Bogor |
“Kepedulian
pemuda saat ini sangatlah tinggi,
apalagi terhadap korupsi yang marak di Indonesia,” ujar Hasbullah, Ketua
Komite Nasional Pemuda Indonesi (KNPI) Kota Bogor.
Seperti diketahui sebelumnya, pelemahan yang terjadi terhadap
KPK sangatlah masif, antara lain dengan upaya merevisi UU KPK yang dicurigai
akan mereduksi wewenang lembaga antirasuah dalam memerangi korupsi. Upaya
pelemahan juga diduga dilakukan melalui seleksi calon pimpinan KPK yang saat
ini sedang berlangsung di Komisi III DPR. Komisi III beberapa waktu lalu
terkesan mengulur-ulur proses seleksi dengan mempertanyakan hal-hal seperti
mekanisme dan cara kerja Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, persyaraan calon
yang dianggap memenuhi ketentuan UU, atau mempersoalkan ketiadaan unsur jaksa
dalam daftar calon pimpinan KPK.
Melihat kondisi tersebut, sejumlah komunitas seperti
Komunitas Rumpun Indonesia (dilansir dari kpk.go.id) melakukan dukungan
terhadap KPK dengan melakukan aksi sosial berupa pengumpulan cap telapak
tangan. Pengumpulan cap telapak tangan tersebut merupakan bentuk dukungan
sekaligus mengumpulkan komitmen masyarakat dalam melawan korupsi. Tak hanya di
situ saja, beberapa hari lalu (5/12), sejumlah komunitas seni di Bandung
melalui Pameran #SeniMelawanKorupsi di Gedung Gas Negara, juga ikut menyuarakan
dukungannya dengan menularkan semangat antikorupsi melalui karya seni, seperti
poster. Berbagai rupa poster dalam pameran tersebut bertujuan untuk membentuk
kesadaran masyarakat tentang pentingnya melawan korupsi. Melihat reaksi masyarakat
terhadap kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia, Hasbullah mengungkapkan
bahwa pemuda saat ini sangatlah kritis. Banyaknya pemberitaan korupsi di media
massa, justru mendorong pemuda untuk ambil andil dalam pemberantasan korupsi di
Indonesia.
| Hasbullah |
Hasbullah berharap di tengah kondisi pelemahan KPK ini, pemuda dapat
saling bahu-membahu untuk mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. Selain itu, pemuda juga dapat membantu penegak hukum
untuk menyuarakan sekaligus menularkan antikorupsi kepada masyarakat melalui
komunitas-komunitas.
Pemuda Perlu Melek HIV/AIDS
Tepat setiap tanggal 1 Desember, seluruh warga dunia
memperingati Hari AIDS. Momen ini mestinya jadi cambukan dan peringatan keras
bagi semua kalangan masyarakat. Pasalnya, jumlah penderita AIDS terus
meningkat. Di Kota Bogor sendiri, sebanyak 2.757 orang telah terjangkit oleh human immunodeficiency virus (HIV).
Jumlah ini berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, terhitung hingga tahun
2015. Dari data tersebut, diketahui kebanyakan penderita didominasi anak muda
usia 20 hingga 40-an. Rata-rata, penyebabnya karena penggunaan jarum suntik
narkoba.
“Hati-hati, ya. Tiga sampai enam bulan pertama, HIV tidak
dapat terdeteksi. Saat fase periode jendela tersebut, penderita tidak
menunjukan gejala apapun. Terlihat sehat dan normal. Tapi, sudah dapat
menularkan virus loh,” ungkap dr. Siti Robiah Mubarokah.
Barulah, sekitar tiga
sampai sepuluh tahun HIV positif sudah mulai dapat terdeteksi. Meski, tetap
saja secara kasarmata tak ada gejala penyakit yang terlihat. Secepatnya,
orang-orang yang sudah terindikasi HIV positif diberikan pengobatan rutin antretrovial (ARV) agar tak bergerak
sampai stadium Acquired Immunodeficiency
Syndrome (AIDS). Sebab bila sudah masuk dalam stadium tersebut, dapat
menyebabkan kematian. Bahkan, penderitanya hanya akan mampu bertahan selama dua
tahun.
“Kita banyak melakukan sosialisasi dan pemeriksaan gratis di
fase HIV positif. Ingin pengidap HIV positif ini bisa kembali menjalankan
kehidupan normal, sehat, aktif, dan produktif,” lanjutnya yang akrab disapa dr
Obin.
![]() |
dr Siti Robiah
|
Dinas Kesehatan Kota Bogor, tambahnya. Juga rutin melakukan
penyuluhan dan sosialisasi terutama untuk kalangan muda, seperti SMP dan SMA. Tahun ini, mereka fokus
menyosialisasikannya ke kampus-kampus di Bogor. Di antaranya ada Universitas
Pakuan, Universitas Ibn Khaldun, Bina Bangsa, dan BSI. “ Penting
menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS ke kalangan muda. Memang di usia ini, mereka
harus paham mengenai AIDS. Supaya bisa melakukan pencegahan,” katanya.
Tak hanya itu, demi memaksimalkan program pencegahan, Dinkes
Kota Bogor turut bekerja sama dengan komisi Penanggulangan AIDS (KPAD) dan
beberapa LSM, seperti LSM Rumah Singgah Peka dan Rumah Lekas. Mereka melibatkan
pemuda untuk melakukan penyuluhan. Pemuda-pemuda di lingkungan masyarakat pun,
diakui dr Obin banyak yang tertarik menjadi relawan atau kader, perpanjangan
tangan dinkes yang membantu mengatasi AIDS. Tugas mereka, rutin menggiatkan mobile vicity, mengajak penduduk sekitar
untuk tes HIV.
“Pencagahan HIV di Kota Bogor sendiri sekarang sudah semakin baik. Pemeriksaan vicity test HIV/AIDS sudah bisa dilakukan di puskemas yang tersebar di Kota Bogor dan tidak dipungut biaya,” pungkasnya.
Lain Kopi, Lain Kepribadian
Sobat
Bolpen tahu tidak kalau setiap orang yang memiliki kecenderungan minum pada jenis
minuman kopi tertentu itu memiliki kepribadian yang berbeda loh ! Dari
penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa orang yang minum beberapa jenis
kopi memiliki ciri-ciri yang sama. Contohnya saja orang yang memilih minum kopi
tanpa kafein memiliki sifat obsesif dan pengendali. Lain halnya dengan orang
yang memilih Latte, biasanya cenderung suka membantu orang lain.
Merujuk pada buku You Are WHY You Eat: Change Your Food Attitude, Change Your Life. Dr. Ramani Durvasula, seorang psikolog klinis, melakukan penelitian ini terhadap 1.000 peminum kopi dan menilai sejumlah gaya kepribadian umum dan sifat-sifat psikologis. Mulai dari sifat introvert dan ekstrovert, kesabaran, perfeksionis, kehangatan, kewaspadaan, kepekaan, serta keberanian sosial.
Orang yang menyukai kopi hitam cenderung lebih lugu dan lebih memilih untuk menjaga hal-hal sederhana. Mereka lebih sabar dan lebih tahan terhadap perubahan. Sikap yang lebih tenang dan menjaga suasana hati, juga ditemukan pada peminum kopi hitam.
Latte
sendiri memiliki sosok pencari kenyamanan dan murah hati dengan waktu mereka.
Mereka juga sering mengulur waktu mereka sendiri.
Lain
lagi dengan Orang-orang yang memesan kopi manis, atau minuman beku, misalnya
frappuccino, terlihat lebih mengikuti tren dan menikmati mencoba banyak hal
baru. Mereka dianggap lebih berani dalam hal sosial tetapi juga lebih sembrono.
Pemesan minuman ekstra berbusa seperti cappuccino atau memilih kopi tanpa
kafein lebih menikmati berada dalam kontrol dan sering perfeksionis. Mereka
terlalu sensitif dan cenderung khawatir tetapi teliti dalam memantau kesehatan
mereka. Ada pula peminum kopi instan menjadi orang yang paling santai. Tapi
mereka juga miskin dengan rencana dan paling mungkin menunda-nunda sesuatu.
Muhamad Isa Sumantapura, Creativepreneur yang Dilirik Negara Tetangga
Isa, begitulah panggilan akrab pemuda kelahiran Bogor, 31
Oktober 1989 ini. Tak disangka, salah satu karyanya kini tak asing di salah
satu produk oleh-oleh khas Bogor, yaitu Talas Bogor Sangkuriang. Logo Talas
Bogor Sangkuriang merupakan salah satu karyanya dari sekian banyak logo produk
yang pernah dibuatnya. Mulai dari logo untuk produk makanan, resto, maupun
pertanian. Tak hanya disitu saja, kini Isa tengah menggarap project komiknya
yang ditawar oleh penerbit asal Jepang dan Malaysia berjudul Kshatriya Saga.
“Dulu sebelum suka nge-disain, saya sempat menjadi seorang
komikus saat masih duduk di bangku sekolah,” ungkapnya yang juga merupakan founder dan lead designer Tetuka Studio.
Perjalanan Isa menjadi seorang komikus, mendorongnya untuk
belajar lebih dalam mengenai dunia disain. Hingga akhirnya, ia saat di bangku
kuliah memperdalamnya dengan belajar dan mulai menggarap disain untuk acara di
kampusnya saat itu. Sesampainya di tingkat 4, Isa memantapkan
dirinya untuk
menjadi creativepreneur di bidang
visual branding dan packaging.
Selama menjadi creativepreneur, Isa juga kerap mengalami kendala. Tak jarang disain yang dibuat suka diplagiasi oleh orang lain.
“Setidaknya kalau disain milik kita diplagiasi oleh orang lain berarti disain
kita bagus,” ungkapnya.
Meski usaha kreatif rawan plagiasi, Isa mengungkapkan usaha kreatif dapat menjadi
lahan bisnis yang menguntungkan bagi anak muda. Karena menekuni usaha kreatif
dapat menghasikan banyak uang yang sesuai dengan passion pribadi. “Kalau jadi creativepreneur,
uang dapat hobi juga jalan,” pungkasnya.
Agrisocio, Dari Pemuda Untuk Petani Bogor
Beberapa desa di Bogor, salah satunya Desa Banteng, menjadi
perhatian khusus bagi organisasi ini, Agrisocio. Agrisocio sendiri merupakan
organisasi sosiol yang bergerak dalam bidang pertanian dengan menjalin kerja
sama dengan kalangan pemuda dari mahasiswa. Agrisocio sendiri merupakan hasil
dari buah pikir Alfi Irfan, yang juga menjadi CEO dan Founder organisasi ini.
“Kami, Agrisocio merupakan organisasi sosial yang bergerak
dalam bidang pertanian dengan focus pada pemberdayaan keluarga petani,” ungkap
Alfi, Alumnus Institut Pertanian Bogor angkatan 46.
Agrisocio ini dibentuk berawal dari hasil penelitian Alfi
dan kawannya semasa kuliah tentang pertanian. Alfi dan kawannya melihat bahwa
banyak desa di Indonesia yang terkendala dalam mengolah produk pertanian
seperti teknologi, modal, dan pemasaran. Untuk itu, agrisocio hadir di
masyarakat dengan memperdayakan keluarga petani, sepeti membuat lahar
percontohan untuk bercocok tanam dan memperdayakan isteri petani dengan
memproduksi produk minuman rempah
berlabel Indorempah.
Selain memperdayakan keluarga petani, Agrisocio juga kerap
melakukan sosialisasi tentang pertanian di beberapa desa di Kabupaten Bogor.
Agrisocio berharap dengan hadirnya organisasi ini, masyarakat awam dapat
mengerti pertanian terkini yang dapat membantu petani dalam meningkatkan hasil
tani melalui teknologi.
Nah buat Sobat Bolpen yang tertarik dengan
Agrisocio bisa bergabung dengan datang di sekretariatnya di SEAFAST Center
Lantai 1, Jalan Puspa No. 1, Kampus IPB Dramaga, Bogor. Selain itu, Sobat Bolpen juga bisa kepoin di www.agrisocio.com
.
Prasangka
“Wira bangun le… hari
minggu kok masih ngebo aja di kamar”, ucap Ibuku dengan logat Jawanya yang
khas.
“Iya Bu sebantar lima
menit lagi bangun”, ucapku dengan malas.
“Ya ampun le…libur-libur itu jangan tidur aja, bangun
pagi dan kumpul dengan keluarga sambil sarapan.”
“Iya mama wira bangun
deh, tapi Wira malas ma untuk bangun tidur.”
“kenapa le ? sepertinya ada yang Wira
sembunyikan dari Ibu,” jawab Ibu penasaran.
“hmm tidak ada kok Bu.”
Aku pun segera bergegas
lari ke kamar mandi untuk mandi pagi. Ibuku pun kemudian merapikan kasurku yang
cukup berantakan sembari mengganti seprei yang lama tidak kuganti selama
beberapa minggu. Memang, aku orang yang cukup malas untuk soal bersih-bersih.
Sebenarnya aku memang sedang menyembunyikan sesuatu dari ibu. Pertengkaranku
dengan Ayah semalam masih terbesit diingatanku dengan jelas. Ingatanku yang jelas
bagaimana Ayahku memarahiku dengan intonasi yang tinggi dan kasar. Aku pun
menghela nafas sejenak agar dapat melupakan ingatan yang sangat seram itu dan
lekas mandi.
“Loh ibu masih di kamar
toh,” kagetku melihat ibu yang masih berada di kamarku.
“Sini le Ibu mau bicara
sebentar,” ibu melambai ke arahku untuk mendekat.
“Kamu ada apa to le ?
tampaknya kamu trauma ya dengan Ayah semalam ? Sini coba ceritakan dengan Ibu.”
Mendengar suara Ibu
yang lirih itu, membuatku akhirnya menceritakan isi kepalaku tentang pertengkaran
dengan ayah semalam.
“Ibu, sejak
pertengkaran semalam dengan ayah tentang rencana studiku ke Sri Lanka aku
menjadi tidak semangat sekali, rasanya ayah tidak mendukungku Bu” ungkapku
terus terang.
“Kamu memang kurang
hati-hati ya le kalau memutuskan sesuatu. Masa kamu tidak mengerti maksud ayah
sih le.”
“Tapi kan ma, kalau
memang peluangnya besar kenapa tidak dicoba.”
“Rencana studimu ke
luar negeri itu adalah langkah yang bagus loh le. Ayahmu sangat mendukung itu.”
Mendengar itu dari ibu, aku sedikit
tersenyum bahwa diriku didukung untuk studi ke luar negeri.
“Tapi le…tidak cuma
peluang keterima saja yang kamu pertimbangkan. Kamu kan juga harus
mempertimbangkan finansial, kurikulum, dan kuliah yang kamu sedang jalani di
semester 5 ini.”
Setelah mendengar itu, hatiku terenyuh
dan tak menyangka bahwa keputusanku memang ada yang salah. Aku pun terdiam
sembari mendengarkan nasehat Ibu yang dengan sabar memberikan penjelasan
kepadaku.
“Asal
kamu tahu ya le Ayahmu memang keras, tapi itu demi kebaikanmu Wira. Ayahmu
sangat sayang sekali kepadamu makanya Ayahmu tidak ingin kamu menyesal di
kemudian hari dengan keputusanmu yang terburu-buru,” Ibuku sambil mengelus
kepalaku.
“Le
ibu tahu kamu masih takut dengan ayah karna kerasnya. Tapi ingat, ayah peduli
dengan pendidikanmu dan tidak ingin kamu menjadi orang gagal.”
Aku pun akhirnya menyadari bahwa diriku
terburu-buru mengambil keputusan. Di dalam hatiku, aku memang salah akan
keputusan ini. Seharusnya, aku mempertimbangkan dengan matang terlebih dahulu
sebelum memutuskan sesuatu. Aku menyadari bahwa
seburuk-buruknya orang tua, mereka tetaplah orang tua kita, yang di dalam hati
kecilnya selalu menyayangi anaknya agar tidak menjadi orang yang gagal. Terima
Kasih Ayah Ibu. Aku sangat menyayangimu.
Uang Elektronik Serbabisa
Pesatnya perkembangan dunia teknologi membuat semua pola hidup masyarakat berubah, begitu pula yang terjadi dengan hadirnya uang elektronik atau e-money. Hadirnya e-money ternyata disambut baik oleh masyarakat. Namun, tak sedikit juga orang masih menggunakan uang konvensional pada umumnya. Nah, apa sih sebenarnya e-money ?
Menurut Bank Indonesia, e-money merupakan segala jenis uang tersimpan di sebuah sistem seperti server atau chip. Pada dasarnya, e-money merupakan uang konvensional yang bentuknya berupa elektronik. Karena sifatnya elektronik, e-money lebih praktis dan mudah digunakan. Pengisian saldonya pun cukup mudah, bisa melalui ATM ataupun minimarket. Sayangnya, e-money juga memiliki kekurangan tersendiri, seperti keamanan e-money yang pada dasarnya tidak menggunakan PIN seperti kartu ATM. Adanya kekurangan dan kelebihan ini, juga dirasakan oleh Sobat Bolpen, Anta Rizky dan Anis Khairunnisa, saat menggunakan e-money.
Anta (20) mengungkapkan, penggunaan e-money memudahkan dirinya dalam bertransaksi karena tak perlu membawa uang banyak. "Kadang kalau untuk transaksi dengan nominal cukup besar kan repot. Kalau bawa e-money kan jadi lebih praktis," ungkapnya.
Lain halnya dengan Anis (20), dirinya justru kurang setuju dengan penggunaa e-money. Pasalnya, e-money sendiri kurang aman dalam penyimpanan uang dan penerapannya di Indonesia masih belum merata. "E-money sendiri kan beda banget sama kartu ATM karena tidak memiliki nomor PIN dan rawan digunakan oleh orang tak bertanggung jawab. Selain itu, di Indonesia sendiri baru sebagian saja yang menerapkan e-money dan lebih baik menggunakan uang konvensional saja," ungkapnya.
Nah, itu dia Sobat Bolpen tentang e-money yang sebagian besar sudah mulai digunakan oleh sebagian besar sudah mulai digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk kawula muda. Sudah siap untuk beralih ke e-money ?
Wing Chun, Seni Beladiri Ala IP Man
Wing Chun sendiri sebenarnya seni beladiri untuk
perlindungan diri. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk mempelajari teknik
menyerang. Wing Chun sendiri sangat bermanfaat bagi penggunanya dalam menghalau
serangan musuh, terutama dengan orang yang memiliki kendala fisik seperti
kurang tinggi, perempuan, maupun ibu
hamil. Nah, buat Sobat Muda yang tertarik dengan seni beladiri, Wing
Chun bisa menjadi alternatif buat kawula muda nih. Selamat mencoba ya Sobat Bolpen !
Dzawin Nur Ikram, Hobi Yang Jadi Profesi
Sobat Muda mungkin sudah tak asing lagi
dengan komika Bogor yang satu ini, Dzawin Nur Ikram. Pemuda yang identitik
dengan kacamatanya ini merupakan pemenang juara 3 dalam Stand Up Comedy
Indonesia (SUCI) Season 4 di salah satu televisi swasta.
“Dulu ikut seleksi SUCI 4 di Bandung
seneng banget sampai akhirnya bisa lolos dan sekarang jadi juara 3”, ujar
pemuda yang saat ini berkuliah di UIN Jakarta.
Awalnya Dzawin terjun menjadi komika
karena kebiasaannya yang sejak SD hobi dengan lelucon dan humor. “Waktu masih
sekolah dulu suka banget kumpul sama teman-teman dan hobi banget keburukan
teman jadi bahan buat ejekan”, ungkap Dzawin penuh tawa.
Dari hobi ini, Dzawin memberanikan diri
untuk open mic ketika kuliah. Dzawin pun menerima undangan
dari beberapa fakultas untuk mengisi acara hiburan untuk Stand Up Comedy. Respon
panggung pada open mic perdana itu
memperoleh respon yang positif dan mendorong Dzawin untuk memperdalam
kemampuannya dalam public speaking. Dzawin kemudian bergabung dengan komunitas
Stand Up Indo Bogor atas saran dari teman-temannya. Dzawin kemudian
memberanikan diri untuk mengikuti audisi SUCI 4 di Bandung tahun 2014.
Hingga sekarang, Dzawin masih tampil untuk open mic di beberapa stasiun tv swasta maupun mengisi acara di beberapa tempat di Indonesia. Dzawin menambahkan untuk menjadi seorang komika dibutuhkan usaha yang banyak untuk memperoeh hasil yang baik. Apalagi, dalam membuat materi Stand Up perlu dibuat sedemikian rupa agar hasilnya bagus ketika open mic.
Gadget Bekas, Why Not
Sejak nilai Rupiah meroket hingga Rp 14040 per Dollar
Amerika, Ekonomi Indonesia mengalami kenaikan harga, tak terkecuali dengan barang
elektronik, khususnya gadget. Sobat
Muda tentu merasa bimbang dengan kondisi ini karena keinginan untuk memiliki gadget baru dan canggih harus tertunda
akibat naiknya harga. Tapi, Sobat Bolpen tak perlu khawatir karena membeli gadget second bisa menjadi solusi Sobat Muda untuk memiliki gadget Hightech dengan harga yang terjangkau. Tentu saja, membeli gadget second diperlukan tips agar suatu
saat tidak menyesal dikemudian hari. Nah, apa saja sih tipsnya ?
Harga murah memanglah sangat menggiurkan. Cobalah untuk
mempertimbangkan terlebih dahulu sejauh mana barang tersebut dibutuhkan agar tidak menghabiskan uang secara sia-sia.
2. Mensurvey Tempat
Membeli
Tempat membeli bisa menjadi patokan Sobat Muda dalam
bertransaksi gadget second. Bisa
dengan mengunjungi sebuah pusat elektronik langsung ataupun melalui situs onlineshop. Tapi ingat, saat
bertransaksi melalui onlineshop
usahakan untuk dapat bertemu langsung dengan pembeli atau menggunakan situs
onlineshop ternama yang terpercaya.
3. Menjajal Barang
yang Dibeli
Setelah bertemu dengan pembeli jangan lupa untuk mengecek
barang yang akan dibeli. Tanyakan sejauh mana kondisi barang tersebut digunakan
maupun cara penggunaan barang tersebut. Jangan lupa pula dengan asesoris yang
disematkan bersama gadget tersebut
karena dapat mendukung Sobat Muda dalam menikmati barang tersebut.
4. Cobalah untuk
Menawar
Menawar harga bisa
menjadi keuntungan bagi Sobat Bolpen untuk memperoleh gadget second. Pendekatan kepada penjual sangatlah disarankan untuk
memperoleh harga yang murah. Agar mudah dalam menawar, bagi Sobat Bolpen laki-laki bisa melakukan pendakatan dengan penjual perempuan ataupun
sebaliknya. Dengan begitu, pendekatan penjual-pembeli akan mudah terciptanya
komunikasi dengan lawan bicara.
buat Sobat Bolpen yang ingin memiliki gadget second tak perlu takut lagi selagi cermat dalam membeli.
Alfi Irfan, Entrepreneur Muda Pertanian

Punya keinginan besar untuk mengembangkan pertanian, membuat Alfi Irfan tertarik untuk membuat AgriSocio. Alfi, sapaanya merupakan pendiri dan CEO social enterprise ini. Dirinya telah mendirikan AgriSocio sejak Oktober 2013 bersama beberapa rekannya semasa kuliah.
“AgriSocio ini adalah perusahaan profit yang bergerak dalam pengembangan pertanian”, ujar Alfi, Alumni Institut Pertanian Bogor angkatan 46.
Awalnya, ide AgriSocio ini merupakan hasil penilitiannya ketika masih kuliah tentang kewirausahaan bahwa Indonesia memiliki pengusaha kurang dari dua puluh persen. Selain itu, lebih dari 72.00 desa di Indonesia memiliki potensi pertanian. Sayangnya, banyak dari desa tersebut mengalami kendala dalam mengolah produk pertanian seperti teknologi, modal, dan pemasaran.
Ini lah yang mendorong Alfi untuk menjadi pengusaha dengan memperdayakan petani, mengembangkan kawasan desa, dan menghasilkan produk berbasis kearifan lokal. Alfi kemudian memulai pengembangan di Desa Benteng, Bogor dengan membuat lahan percontohan untuk bercocok tanam kepada petani dan memberikan edukasi kepada para petani di desa tersebut. Selain itu, Alfi juga memperdayakan para isteri petani dengan memproduksi produk minuman rempah berlabel Indorempah.
Alhasil, prestasi nasional dan internasional pun diraihnya dari pengembangan desa yang digarapnya seperti, Award Social Entrepreneurship dari Kementrian Perdagangan, The Best Team dalam Danone Young Social Entrepreneur, The Best Audition Social Entrepreneurship dari Jokana Foundation, hadiah S$ 10.000 dari Singapore International Foundation dalam ajang Young Social Entrepreneurs dan masih banyak lagi.
Alfi menambahkan semua prestasi tersebut tidak lah diperoleh dengan mudah. Dibutuhkan usaha dan kerjakeras untuk meraihnya. Oleh karena itu, Sobat Muda harus memanfaatkan waktu yang dimiliki karena sangat berharga dan tulislah mimpi yang ingin dicapai agar semakin terpacu untuk bekerja keras.














